Jakarta Bsi-News

Menjelang awal tahun ajaran baru, sejumlah guru dan orang tua menyatakan khawatir dengan perkembangan akademik para siswa setelah diterapkannya pendidikan jarak jauh (PJJ) untuk menekan penularan Covid-19, Jakarta, 10. September 2020.

Beberapa orang tua  mengeluhkan, keterbatasan fasilitas pendukung hingga ketidaksiapan siswa belajar di rumah, membuat sistem itu “belum efektif”- keadaan yang mengakibatkan capaian akademik siswa “tertinggal”. Orang tua siswa yang berharap anaknya segera kembali ke sekolah, tapi ada juga yang tidak sepakat kegiatan belajar secara tatap muka diberlakukan karena alasan kesehatan. Sementara, pemerintah meminta pihak terkait memanfaatkan fasilitas yang ada untuk mengoptimalkan PJJ.

Fenomena tersebut diperkuat dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 menteri terkait pelaksanaan tahun ajaran baru sekolah 2020-2021. SKB tersebut sekaligus menjadi panduan pemerintah daerah (pemda) dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di sekolah saat wabah virus corona (Covid-19).

Menyikapi  fenomena diatas kami kelompok Pengabdian Masyarakat  (PM)Universitas Bina Sarana Informatika UBSI yang terdiri dari dosen dan beberapa mahasiswa mencoba menggagas  panduan pembelajaran lewat pemanfaatan Google Classroom dapat melalui multiplatform yakni dapat lewat komputer dan dapat melalui gawai yang dinilai  adaptif terhadap situasi terutama pembelajaran jarak jauh.

 Melalui aplikasi Google Classroom diasumsikan bahwa tujuan pembelajaran akan lebih mudah direalisasikan dan sarat kebermaknaan. Oleh karena itu, penggunaan Google Classroom ini sesungguhnya mempermudah guru dalam mengelola pembelajaran dan menyampaikan informasi secara tepat dan akurat kepada peserta didik.

Pengabdian Masyarakat (PM) ,kali ini kami memilih mitra remaja-remaja yang terhimpun dalam Majelis TA’lim Hidayatul Mubtadiin. Majelis Ta’lim ini terletak di Gg. H. Ripuh RT 01/ RW 011 No. 22 Paninggilan Utara- Kota Tangerang,  Minggu 13 september mendatang.

Selain diikuti kaum remaja PM  ini juga melibatkan Ibu Ibu Rumah Tangga serta komunitas pengajian ini diasuh oleh seorang Ustadzah yang bernama Ibu Dian Kurniasih, Beliau merupakan alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur. Adapun bentuk  Pengabdian kepada masyarakat  dalah pemberian  Workshop Pemanfatan Google Classroom di Era New Normal Kepada Remaja Majelis Ta’lim Hidayatul Mubtdiin, dengan metoide setiap Remaja di berikan pelatihan oleh tutor yang dampingI team tutor.

Kegiatan PM ini memandang, salah satu cara yang dapat digunakan untuk melakukan proses pembelajaran secara daring adalah dengan menggunakan Google Classroom. Pemanfaatan Google Classroom dapat melalui multiplatform yakni dapat melalui komputer dan dapat melalui gawai. Melalui aplikasi Google Classroom diasumsikan bahwa tujuan pembelajaran akan lebih mudah direalisasikan dan sarat kebermaknaan. Oleh karena itu, penggunaan Google Classroom ini sesungguhnya mempermudah guru dalam mengelola pembelajaran dan menyampaikan informasi secara tepat dan akurat kepada peserta didik

Google Classroom adalah aplikasi yang memungkinkan guru untuk membuat area kelas secara online. Mereka bisa mengelola semua dokumen yang dibutuhkan murid dalam pembelajaran. Dokumen pembelajaran dapat disimpan di Google Drive dan dapat diedit di aplikasi Drive, seperti Google Documents, Spreadsheet, dan sebagainya.