TASIKMALAYA BSI News.

Dalam hidup, kita selalu dihadapkan dengan pilihan, Ketika lulus SMA, kita dihadapkan pada pilihan kuliah atau bekerja, atau bahkan menganggur lalu menikah. Setelah memilih kuliah dan menjadi mahasiswa, setelah lulus pun dihadapkan pada pilihan lagi, akan bekerja atau menganggur lalu menikah. Kebanyakan perguruan tinggi berorientasi pada penyiapan lulusannya untuk segera bekerja, namun dewasa ini fenomena peningkatan angka pengangguran terdidik terus menerus meningkat dikarenakan banyaknya lulusan perguruan tinggi yang tidak dapat terserap di dunia kerja atau terbatasnya lapangan pekerjaan.

Bahkan dilansir dari bps.go.id jumlah pengangguran di Indonesia meningkat sebanyak 60 ribu orang pada satu tahun terakhir. Menyadari fakta tersebut, Universitas Bina Sarana Informatika (BSI) memberikan alternatif lain bagi para mahasiswanya selain setelah lulus bekerja, mereka dapat menjadi seorang wirausaha. Guna mendukung hal tersebut, Universitas BSI menyediakan wadah untuk menjembatani dan membimbing mahasiswanya yaitu BSI Entrepreneur Center (BEC), melalui BEC ini mahasiswa dibina serta dibimbing untuk menjadi seorang wirausaha yang nantinya juga dapat membuka lapangan pekerjaan dan membantu mengurangi angka pengangguran di Indonesia.

BSI Entrepreneur Center tidak hanya membina mahasiswa yang sudah memiliki usaha, tetapi juga mereka yang belum memiliki usaha tetapi mempunyai tekad yang kuat untuk menjadi seorang wirausaha. Sebagai langkah awal, BEC selalu memberikan bekal kepada mahasiswa melalui seminar entrepreneur, hal ini bertujuan agar mahasiswa mampu membangun mindset yang baik untuk menjadi seorang wirausaha. Selain itu, mahasiswa juga diberikan mata kuliah entrepreneurship yang didalamnya berisi materi seputar pembangunan mindset, penyusunan proposal bisnis, business model canvas, merintis usaha kecil, hingga pelatihan public speaking dengan cara presentasi mengenai usaha yang telah dirintis.

Kegiatan lain dari BEC adalah Entrepreneur fair, dalam kegiatan ini mahasiswa memaparkan usaha rintisannya pada khalayak ramai dan berlatih untuk menjual produknya kepada masyarakat. Acara ini juga mewajibkan mahasiswa untuk mendemokan produk yang dimilikinya dan dinilai oleh para juri yang berasal dari civitas akademik Universitas BSI. Tahun 2019 lalu, kegiatan ini dilaksanakan secara offline, namun dimasa pandemic ini kegiatan entrepreneur fair diisi dengan pembuatan proposal bisnis yang kemudian dipresentasikan secara virtual dan dinilai oleh dosen yang bersangkutan.

Selain seminar dan entrepreneur fair, BEC juga mengadakan workshop atau pelatihan-pelatihan sebagai pembekalan untuk mahasiswa, belum lama ini BEC mengadakan rangkaian kegiatan workshop secara virtual dengan tema yang berbeda setiap harinya, salah satunya adalah workshop memanfaatkan marketplace sebagai media promosi produk. Pemateri pada workshop ini adalah para praktisi yang sudah berkecimpung didunia bisnis, salah satunya adalah owner destee fashion dari Tasikmalaya.

Setelah diadakan workshop, event lanjutan yang akan dilaksanakan oleh BEC yaitu coaching, hal ini dilakukan untuk mengimplementasikan materi yang didapat pada saat workshop agar bisa langsung diterapkan ke dalam usaha rintisan mahasiswa. Dalam coaching ini, BEC melibatkan mitra yang telah bekerjasama dengan BEC. Di Tasikmalaya sendiri, BEC telah bekerjasama dengan Perkumpulan Pengusaha Wanita (PERWIRA) yang membina UMKM di Tasikmalaya. Dengan adanya sinergi didalam event coaching ini diharapkan dapat membantu mahasiswa untuk mengokohkan usaha rintisannya. 

Event-event BEC tidak hanya berkecimpung seputar pelatihan dan seminar, tetapi ada juga kompetisi. Untuk kompetisi yang sedang digelar saat ini adalah Wiramuda Business Competition (WBC). WBC ini diselenggarakan secara nasional untuk seluruh BSI Group dan pada kompetisi ini seluruh pesertanya mendapatkan kesempatan untuk dibina usahanya oleh KADIN Indonesia serta produknya di kurasi oleh Garuda Group. Peserta terpilih pada kompetisi ini nantinya juga akan dikirimkan untuk mengikuti KIBM atau kompetisi bisnis skala nasional yang diadakan oleh Dikti.

Tahun 2020, satu kelompok bisnis mahasiswa dari UBSI Tasikmalaya berhasil lolos KIBM dan mendapatkan dana hibah yang 100% diberikan kepada mereka untuk mengembangkan bisnisnya. Mereka adalah Devifo Studio, bisnisnya bergerak dibidang industry kreatif meliputi fotografi, videografi, desain grafis dll. Selain mendapatkan dana hibah dari Dikti, semua mahasiswa yang tergabung dalam Devifo Studio juga diberikan beasiswa kuliah oleh Universitas BSI. Pemberian beasiswa ini dilakukan sebagai bentuk penghargaan kepada para mahasiswa berprestasi tersebut dan juga untuk memicu semangat para mahasiswa lainnya yang belum berhasil memenangkan kompetisi bisnis.

Dengan adanya lembaga seperti BEC yang ada di Universitas BSI ini diharapkan lulusan dari Universitas BSI nantinya tidak hanya terpaku untuk mencari pekerjaan tetapi juga menciptakan lapangan pekerjaan dengan cara menjadi seorang wirausaha. */RCB/