Bank Indonesia Sosialisasikan Pemanfaatan E-Money Dan Fintech di Kampus Universitas BSI Sukabumi

Sukabumi BSI-News

Kamis, 20 Desember 2018 Universitas BSI Sukabumi bekerjasama dengan Bank Indonesia menyelenggarakan kegiatan dengan tema, “Sosialisasi Peluang dan Penggunaan Uang Eletronik (e-Money) serta Financial Technology (Fintech). Acara tersebut dihadiri oleh ratusan mahasiswa dan dosen Universitas BSI Sukabumi di aula kampus Universitas BSI, Jl. Cemerlang no.8 Warudoyong, Kota Sukabumi.

Sebagai pembuka, turut memberi kata sambutan yaitu Kepala Kampus UBSI Sukabumi, Denny Pribadi dan Karsono selaku Asisten Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia.  Sedangkan narasumber yang dihadirkan yaitu Anggota Komisi XI DPR-RI, Heri Gunawan,  Manager Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah dan Keuangan Inklusif BI Regional Jawa Barat, Pramudya Wicaksana, dan Staf Pengelolaan Uang Rupiah BI Regional Jawa Barat, Peri Ardiansyah.

“Selamat datang di era ekonomi digital, dimana tidak ada lagi sekat dalam hal finansial. Kedepannya semua aspek akan berhubungan dengan teknologi, maka dari itu Bank Indonesia sebagai salah satu otoritas di bidang sistem pembayaran berusaha melakukan kontrol terhadap financial technology yang sudah berkembang pesat di Indonesia dan kebijakan Bank Indonesia bisa diterima di industri dan juga masyarakat” ujar Karsono.

Heri Gunawan menjelaskan bahwa uang elektronik (e-money) ini merupakan pengalihan dari bentuk uang tunai. Bank Indonesia mengeluarkan produk uang elektronik (e-money) berbasis chip, sementara untuk produk berbasis server hanya berfungsi di perangkat pribadi seperti smartphone. Pertama kali Bank Indonesia menggunakan database untuk e-money kurang lebih tahun 2007. Pengguna e-money disamping sebagai alat pembayaran juga ada sebuah kesempatan yang berhubungan dengan peluang startup usaha.

“Seiring arus revolusi industri 4.0, penggunaan transaksi e-money berpotensi dapat membantu perkembangan bisnis dan tantangan bagi industri perbankan, transportasi, ritel, dan pemerintah daerah. Dengan sistem tersebut, transaksi menjadi lebih fleksibel, efisien, dan sebagai salah satu cara pencegahan tindak korupsi” ujar Peri Ardiansyah

Diharapkan dengan adanya sosialisasi ini dapat mempermudah masyarakat khusunya di Indonesia dalam hal bertransaksi seperti berbelanja, bertransportasi maupun hal lainnya.