MAHASISWA UBSI TASIKMALAYA TANGGAP BENCANA

Tasikmlaya-BSI News                               

 

Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kab. Tasikmalaya  terutama di wilayah Kec. Culamega beberapa waktu lalu menimbulkan dampak yang signifikan bagi masyarakat. Salah satunya ialah bencana longsor yang terjadi di beberapa titik daerah Culamega Kab. Tasikmalaya. Menurut BPBD penyebabnya beragam, mulai dari perpindahan lahan hutan menjadi perkebunan sampai bentuk lereng yang cukup curam di tambah intensitas air hujan yang cukup lebat pada waktu itu, yang tidak mampu ditampung lagi oleh tanah sekitar pemukiman warga, (11/01/19).

 

Seperti yang terjadi pada Kamis 8 November 2018 longsor melanda pemukiman warga di berbagai tempat di antaranya desa Bojongsari, Cikuya, Cikondang, dan kedusunan Situjaya Kab. Tasikmalaya. Longsor disebabkan oleh intensitas hujan yang cukup tinggi, sehingga mengakibatkan beberapa lereng di culamega menjadi longsor dan mengenai perkampungan warga. Dampak paling parah dirasakan oleh desa Bojongsari RT. 1/RW. 5 kedusunan Situjaya. Di lokasi tersebut tinggi longsor mengubur pemukiman hingga satu meter dan merusak dua rumah penduduk. Sebagian besar warga mengungsi ke Hunian Sementara Terpadu (Integrated Community Shelter/ICS) yang di bangun oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT), dan ke rumah kerabatnya. Akibat longsor tersebut, dilaporkan tidak memakan korban jiwa. Ada sebagian warga desa kembali ke rumah masing-masing setelah longsor reda dan jalanan kembali kondusif. Meskipun demikian, warga diminta untuk tetap siaga jika terjadi hujan lebat lagi yang berpotensi menyebabkan longsor susulan. Selain kerusakan di beberapa rumah warga dan sebagian ada yang rata dengan tanah, longsor tersebut juga meninggalkan lumpur bekas longsor di pemukiman warga.

 

Terkait dengan hal itu, komunitas Pager Asik (Pemuda Penggerak Kota Tasik) berkolaborasi dengan komunitas kemahasiswaan yang lain terutama dengan Organisasi Universitas BSI PSDKU Tasikamalaya melakukan pengabdian masyarakat pasca longsor pada hari Jum’at sampai Minggu, 11-13 Januari 2019 di Desa Bojongsari. Hasilnya, warga memerlukan bantuan untuk membersihkan pemukiman dari lumpur dan membuat team pemuda siaga bencana. Sebanyak tiga puluh orang relawan diterjunkan untuk membantu warga dampak longsor, yang terdiri dari Hima S1 Keperawatan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya, Hima D3 Keperawatan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya, Hima Ilmu Pemerintahan STISIP Tasikmalaya, Organisasi Kemahasiswaan UBSI Tasikmalaya, Tasikmalaya Social Project, Hima Kesehatan Mental (BK) Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya dan Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi.

 

Setelah diskusi dengan warga terkait problematika desa yang dilakukan pada jum’at malam 11 Januari 2018 terdapat respon baik, terkait dibutuhkannya di aktifkan kembali Karang Taruna supaya menjadi team siaga bencana sekaligus mengembangkan potensi yang ada di desa Bojongsari. Oleh karena itu, Pager Asik dan delegasi relawan berkomitmen akan terjun kembali ke desa tersebut guna menjadikan desa binaan supaya lebih maju dan siap siaga dalam bencana. Bantuan dari berbagai lapisan masyarakat diperlukan agar program ini bisa terlaksana dan meminimalisir dampak longsor lanjutan.