UBSI TASIKMALAYA SIAPKAN LULUSAN KOMPETEN DI ERA AFTA

Tasik  Bsi-News

Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Tasikmalaya akan menggelar sertifikasi kompetensi programmer pada tanggal 5 Agustus mendatang. Untuk mempersiapkan sertifikasi kompetensi mahasiswa diberikan Pembekalan yang digelar di ruangan kampus UBSI Tasikmalaya Jalan Tanuwijaya Kota Tasikmalaya Jumat (5/7).

Dosen UBSI Ai Ilah Warnilah ST MKom mengatakan, sertifikasi kompetensi programmer akan diikuti 93 mahasiswa semester 4 prodi Sistem Informasi. Sebelum menempuh sertifikasi, mahasiswa diberikan pembekalan sertifikasi agar pelaksanaan berjalan lancar.

“Sertifikasi kompetensi programmer ini akan dilakukan oleh LSP Akademi Bina Sarana Informatika di kampus UBSI Tasikmalaya,” ujar Ai yang juga ketua pelaksana kegiatan sertifikasi kompetensi programmer.

Ia menerangkan, sertifikasi kompetensi merupakan proses pemberian sertifikat kompetensi yang dilakukan secara sistematis dan obyektif melalui asesmen atau uji kompetensi yang mengacu kepada  Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

“Sertifikasi kompetensi ini penting bagi lulusan dalam menghadapi era  ASEAN Free Trade Area (AFTA),” ujarnya. AFTA, kata ia, merupakan peluang  dan tantangan bagi tenaga kerja Indonesia untuk dapat bersaing dengan tenaga kerja  asing. Kondisi ini menuntut tersedianya tenaga kerja professional dalam mengembangkan perangkat lunak andal yang memenuhi kebutuhan pengguna.

“Oleh karena itu, tenaga kerja programmer harus memiliki sertifikasi profesi sebagai bentuk pengakuan terhadap kualifikasi dan kompetensi yang dimilikinya,” katanya.

Selain itu, sertifikasi ini untuk mengukur kemampuan mahasiswa dalam bidang pemrograman. “Saya berharap mahasiswa UBSI mendapatkan nilai sertifikasi yang memuaskan dan dinyatakan lulus atau kompeten. Sertifikat kompetensi ini penting sebagai bentuk bukti fisik kemampuan mahasiswa nantinya di dunia kerja,” ujarnya.

Sementara itu, dalam kegiatan pembekalan sertifikasi kompetensi, mahasiswa dibimbing oleh Miftah Farid Adiwisastra ST MKom yang juga salah satu dosen UBSI Kampus Tasikmalaya. 

Dalam kegiatan ini, mahasiswa diberikan penjelasan seputar prosedur sertifikasi, prosedur aplikasi sistem sertifikasi, metode uji kompetensi, penjelasan unit kompetensi, serta pendalaman materi pemrograman.

“Metode uji kompetensi yang digunakan dalam proses sertifikasi ini meliputi praktik serta tanya jawab secara lisan, sehingga mahasiswa harus menyiapkan diri dengan maksimal,” katanya.

Setelah pembekalan ini, lanjutnya, mahasiswa diharapkan mampu menyelesaikan seluruh rangkaian ujian sertifikasi dan memiliki kualifikasi memuaskan dalam bidang programmer.