Lewat Syal Tenun Khas Dayak, Mahasiswa UBSI Pontianak Bawa Nama KALBAR ke Tingkat Nasional

Jakarta Bsi-News

Dua mahasiswi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Kota Pontianak raih Juara 1 Lomba Parade Cinta Tanah Air (PCTA) tingkat Perguruan Tinggi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Kamis (25/07/2019). Mereka adalah Rosmina dan Fransiska Adriana yang merupakan mahasiswi semester empat Prodi Sistem Informasi Akuntansi. Mereka berhasil menyisihkan 35 tim lainnya yang berasal dari berbagai Perguruan Tinggi di Kalimantan Barat.

Rosmina dan Adriana tidak menyangka bisa meraih Juara 1 pada lomba PCTA ini mengingat ini pertama kalinya mereka mengikuti lomba seperti ini dan persiapan yang kurang matang dalam waktu yang minim membuat mereka sempat kurang percaya diri terhadap produk yang ditampilkan saat lomba. Namun dengan ide produk Syal Tenun Khas Dayak membawa mereka meraih juara 1 dan mendapatkan hadiah berupa plakat, sertifikat, uang tunai serta piala penghargaan yang diserahkan langsung oleh Brigadir Jenderal TNI Binarko Sugihantyo, selaku Kepala Kantor Wilayah Kementerian Pertahanan Provinsi Kalbar.  

Mereka mengaku ide membuat syal tenun khas Dayak ini berasal dari keluarganya dan merupakan kerajinan turun temurun yang notabene sebagian besar warga di kampung halamannya adalah pengrajin tenun. Dan tujuan mereka membuat syal ini agar masyarakat Indonesia lebih mencintai budaya lokal dan senang memakai produk buatan dalam negeri.

Rosmina menjelaskan syal ini dibuat dengan menggunakan alat tenun yang sederhana dengan benang jahit, wol dan nilon. Mereka dapat inspirasi untuk motif tenunan khas Dayak ini dari melihat-lihat hasil karya orang lain dan dimodifikasi sesuai dengan imajinasi si penenun. Proses pembuatan tergantung keahlian penenun masing-masing. Bagi mereka sendiri yang belajar menenun sejak SD sudah terbiasa dengan kerajinan satu ini.

“Kalau sudah terbiasa menenun, saya bisa menyelesaikan 1 syal ini selama dua hari,”ujar Rosmina.

Mereka akan berusaha semaksimal mungkin untuk mewakili Kalbar ke Tingkat Nasional nanti yang digelar di Bali pada bulan September 2019 mendatang. Nantinya mereka mendapatkan bimbingan khusus dari dewan juri untuk persiapan seperti belajar menenun yang baik dan benar, inovasi produk,  dan persiapan lainnya agar lebih maksimal.

“Perjuangan kami belum selesai, harus melanjutkan kompetisi ini dengan membawa nama Kalbar, maka dari itu kami akan belajar terus berusaha menampilkan yang terbaik disana,”ujar Adriana.

Kepala Kampus UBSI Kampus Kota Pontianak, Eri Bayu Pratama mengatakan event seperti ini sangat memberikan dampak positif terhadap generasi muda saat ini dan membuat kalangan mahasiswa dari berbagai kampus di Kalimantan Barat lebih berinovasi dengan karya yang mereka hasilkan.

“Alhamdulillah ini merupakan sesuatu yang patut disyukuri dari beberapa peserta yang ikut dalam kategori Perguruan Tinggi mahasiswa kami dari UBSI Kampus Kota Pontianak dapat mewakili seleksi ke tingkat nasional,”ujar Eri.

Ia menambahkankan, tidak hanya mengharumkan nama Perguruan Tinggi UBSI Pontianak karena mereka juga akan membawa nama Provinsi Kalimantan Barat dan berharap kedepannya generasi muda dapat terus berkarya, berinovasi, dan konsisten dengan apa yang dilakukan agar dapat mencapai kesuksesan.

“Kami sangat mensupport Rosmina dan Adriana, semoga mereka bisa menampilkan yang terbaik. Menang kalah hal yang wajar tapi pengalamanlah yang mengajarkan kita untuk dapat sukses,”kata Eri.