BSI News. Suasana pandemi virus Corona yang masih merebak pada tahun 2021 ini tidak menyurutkan semangat Tri Dharma Perguruan Tinggi Bagi Civitas Akademika Universitas Bina Sarana Informatika yang terdiri dari para dosen dan mahasiswa dalam berperan aktif dan  berkontribusi menyumbangkan keilmuannya bagi masyarakat dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa melalui bentuk  kegiatan pengabdian masyarakat.

Pada kesempatan ini kelompok tim Pengabdian masyarakat prodi Sastra Inggris fakultas komunikasi dan bahasa Universitas Bina Sarana Informatika terdiri dari para dosen dan mahasiswa, semuanya merupakan para personil akademisi maupun mahasiswa yang berkompeten di bidang keilmuannya. Tim dari dosen  prodi  Sastra Inggris terdiri dari ketua pelaksana Ibnu Subroto, S.Pd, MM, M.Pd, dan anggota tim terdiri dari Retno Dwigustini, M.Pd, Yanti Rosalinah, SS, M.Pd, Irwin Ananta Vidada, S.E. M.M serta ikut serta terlibat dari para mahasiswa ialah Alvita Oktaviani, Khoirum Marzuqoh dan Nabhan Ali Fikry. Selain itu terdapat juga sejumlah tim pemateri bahasa Inggris lainnya dari Prodi Sastra Inggris FKB UBSI yang turut juga meramaikan acara dan memperkaya materi-materi pembeajaran lainnya.

Sasaran kegiatan pengabdian masyarakat kali ini tertuju  pada Anggota Dewan Kepemimpinan Masjid Jami’ Al Muttaqin berlokasi di Jl. Percetakan Negara No.754, RT.3/RW.6, Cemp. Putih Barat., Kec. Cemp. Putih, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10570.  Anggota DKM Masjid adalah santri yang masih aktif bersekolah mulai dari jenjang sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas.

DKM Masjid Jami’ Al-Muttaqin awalnya mewadahi para santri ini untuk melakukan kegiatan yang lebih bersifat kegiatan keagamaan namun seiring waktu dan perkembangan serta situasi pandemic Covid-19 yang saat ini terjadi, kegiatan yang mereka lakukan ditambah dengan kegiatan diluar keagamaan yang bermanfaat diantaranya dalam kegiatan pembelajaran ini dengan tujuan membantu para santri mendapatkan ilmu dan keterampilan terlebih untuk materi Bahasa Inggris. Beberapa masalah yang dapat digaris bawahi dalam pembelajaran bahasa Inggris para santri DKM Masjid Jami’ Al-Muttaqin antara lain kurangnya rasa percaya diri saat berbicara menggunakan Bahasa Inggris, keterbatasan media dan  metode pembelajaran yang telah mereka terima selama ini menjadi penyebab  kurangnya pemahaman yang mereka dapatkan.

Untuk menjawab permasalahan ini, kami dari Universitas Bina Sarana Informatika program studi Sastra Inggris merasa terpanggil untuk memberikan materi pelatihan bahasa Inggris Daily practice speaking on Starting , Extending, and Ending a Telephone. Media yang di berikan merupakan pelatihan secara tatap muka yaitu  berinteraksi langsung dengan para santri dengan memberikan media simulasi yang dapat menstimulasi para santri dalam berbicara secara langsung menggunakan bahasa Inggris.  Untuk mengatasi kurangnnya kepercayaan diri mereka saat berbicara menggunakan Bahasa Inggris, akan diciptakan situasi yang realistis dan mereka  akan bermain peran sehingga tercipta  simulasi yang  menghibur dan memotivasi mereka.

Acara telah berjalan sukses dan lancar, tepat pada Hari: Sabtu 3 April 2021, dari siang hari pukul 13.00 hingga sore harinya. Lokasi dipilih sesuai keberadaan para peserta Anggota DKM Masjid, di area gedung Masjid Jami’ Al Muttaqin yang berlokasi di Jl. Percetakan Negara No.754, RT.3/RW.6, Cemp. Putih Barat., Kec. Cemp. Putih, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10570.

Mengingat suasana saat ini masih dilanda pandemi covid 19 maka bentuk pelaksanaan kegiatan itu sendiri dilakukan secara daring (dalam jaringan) atau online melalui bantuan teknologi aplikasi zoom meeting, sejumlah kecil  personil dari perwakilan panitia dengan memakai protokol kesehatan ketat tetap hadir di lokasi guna melakukan koordinasi dengan pihak mitra dan memaksimalkan proses pembelajaran di lokasi.

Para peserta pun melakukan proses kegiatan juga dengan memperhatikan protokol kesehatan (prokes)  pencegahan covid 19. Menggunakan masker, menghindari kerumunan, menjaga jarak, ,mencuci tangan termasuk saat interaksi dengan alat-alat maupun lainnya guna menghndari kontak fisik dengan pihak lain. Terpisah ruang dan  lokasi tempat  antara peserta didik dengan sebagian besar panitia dan pengajar melalui pembelajaran online tidak menyurutkan antusias peserta untuk menyimak dan belajar.

Pembelajaran melalui penayangan materi  bahasa Inggris tetap bisa dilaksanakan dengan menyenangkan dan bersifat interaktif, Materi yang di berikan pun menarik berupa  Pelatihan Bahasa Inggris dengan bertemakan “Daily Practice Speaking on Starting, Extending,  and Ending a Telephone.”. Tema ini sangat mengena dengan sasaran segmen peserta remaja belasan tahun yang ikut hadir. Mengajar materi buat remaja bisa sangat mengasyikan jika dilakukan dengan keahlian gaya ketepatan retorika dan penyampaan materi yang digunakan. Potensi masing-masing peserta serta ekspresinya bisa digali dengan pembeajaran interaktif. Partisipasi mitra dalam kegiatan ini adalah menyimak serta mempraktekkan dalam Bahasa Inggris

Penyampaian materi meski di lakukan secara serius namun diselingi dengan candaan sehingga suasana nampak santai dan tidak membosankan. Hal tersebut membuat para peserta didik bisa menikmati proses belajar  sehingga diharapkan materi pun menjadi lebih mudah diserap dan dipahami. Berbagi pengetahuan dan materi pembelajaran melalui kegiatan pengabdian Masyarakat ini merupakan salah satu bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Dalam persaingan global komunikasi dalam teknologi sangat penting dalam peradaban manusia saat ini. Terlebih komunikasi global yang digunakan saat ini pada kebanyakan negara-negara di dunia adalah bahasa Inggris. Pentingnya penguasaan bahasa Inggris sudah sangat lazim sekali bagi para pendidik, pembelajar, pebisnis, pejabat, dan semua kalangan.

Ibnu Subroto, S.Pd, MM selaku Ketua tim Pengadian Masyarakat Prodi Sastra Inggris memantau jalannya proses kegiatan dan membantu tutor dalam memberikan materi kepada peserta atau mitra. “Komunikasi dua arah harus terjadi antara Tim PengabdianMasyarakat dan mitra, agar proses kegiatan dapat berlangsung dan terlihat hasilnya”, demikian ujarnya. Irwin Ananta Vidada, S.E.,M.M selaku anggota tim pelaksana pengabdian masyarakat yang juga merupakan staf bidang kemahasiswaan UBSI menyambut baik dengan adanya keterlibatan mahasiswa untuk ikut bersama dengan para dosen dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini, beliau mengatakan “pemberdayaan mahasiswa juga merupakan proses pembelajaran bagi mereka dalam membentuk karakter pendidik dan pembelajar yang baik.” (IAV)