Jakarta Bsi-News

Sebagai salah satu wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi, Prodi Penyiaran Fakultas Komunikasi dan Bahasa (FKB) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Jakarta kembali melaksanakan pengabdian masyarakat (PM). Demi menjaga protokol kesehatan yang tengah digalakkan pemerintah di masa pandemi sekarang ini, maka pelaksanaan pengabdian masyarakat kali ini tidak sepenuhnya diadakan secara langsung di lokasi, namun sebagian agenda seperti penyampaian materi tetap dilakukan secara virtual melalui ZOOM. Keunikan penyelenggaraan PM tersebut tentu tidak menghambat para peserta dalam menyerap informasi yang diberikan. PM yang berlangsung selama 4 jam tersebut ditujukan untuk pada Mersifm Fans Club, yang diselenggarakan di Studio Radio Mersi 93,9 FM, Jl. HOS Cokroaminoto No.37 Larangan Utara – Kota Tangerang, dengan  peserta Komunitas Mersifm Fans Club sebagai salah satu mitra kami. Berikut ini adalah peta letak Radio Mersi 93,9 FM,  13 September 2020,

Di saat Covid-19 telah mengubah kehidupan dunia, social distancing atau jarak sosial adalah hal yang paling sulit diterapkan banyak orang. Manusia adalah makhluk sosial yang butuh sentuhan dan interaksi. Jadi wajar, saat kewaspadaan dan pedoman jarak sosial meluas di berbagai tempat, banyak orang mencari celah untuk bersosialisasi dengan orang yang mereka cintai. Namun, adakah cara aman untuk bertemu keluarga atau teman saat menerapkan jarak sosial?

“Tidak ada jawaban ajaib untuk pertanyaan itu,” kata Jason Farley, profesor dan perawat epidemiologi di Johns Hopkins Schools of  Nursing and Medicine. Risiko selalu ada Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS secara resmi menganjurkan agar semua orang menghindari pertemuan dengan jumlah berapa pun di luar rumah, seperti di rumah teman, taman, restoran, toko, atau tempat lain. Anjuran itu sangat penting bagi orang yang sakit, dicurigai telah terpapar Covid-19, berada di kelompok rentan seperti lansia, mereka yang mengalami gangguan imunitas, atau tinggal bersama seseorang dalam salah satu kategori tersebut. Namun kita bisa terinfeksi dan menyebarkan virus corona, bahkan jika kita tidak termasuk dalam kategori yang telah disebutkan sebelumnya. Banyak orang yang terkena Covid-19 mengalami gejala ringan atau bahkan sama sekali tidak menunjukkan gejala. “Itu artinya, baik kita maupun orang yang kita cintai bisa menyebarkan virus bahkan jika kita merasa baik-baik saja,”

Ada “gray area” Dalam model penanggulangan penyakit menular yang sempurna, semua orang akan tinggal di rumah dan hanya bersosialisasi dengan anggota keluarga di rumah tersebut. Namun, realitanya tidak demikian. Pelanggaran jarak sosial, seperti mengadakan pesta di rumah atau pergi ke tempat yang ramai orang, jelas merupakan ide buruk. Tapi ada banyak gray area. Apakah berjalan di luar dengan tetap menerapkan jarak sosial dinilai salah? Jika kita hidup sendiri, bisakah kita bertemu teman? Apakah ada cara bertanggung jawab untuk tinggal bersama keluarga? Ada pula konsekuensi kesehatan mental yang perlu dipertimbangkan. Isolasi dapat berdampak serius pada kesehatan mental, terutama bagi mereka yang sudah menderita kondisi seperti depresi dan kecemasan.

Agenda yang berlangsung dari pukul 09.00 WIB di hari Minggu tersebut diawali dengan sambutan perwakilan Universitas Bina Sarana Informatika, sambutan oleh Mersifm selaku salah satu staff yaitu Ibu Liliana M.Ikom. Materi yang terbilang baru dalam lingkungan remaja Mersifm Fans Club tersebut tentu mengundang antusiame para peserta, terutama saat sesi diskusi dibuka.  Menurut ketua pelaksana pengabdian masyarakat Prodi Penyiaran FKB UBSI Jakarta Fitriyanto, S. Ikom, MM. Kegiatan Pengabdian Masyarakat yang diselenggarakan secara daring tersebut berakhir pada pukul 12:00 WIB, kemudian diakhiri dengan foto bersama secara virtual dan pemberian cinderamata secara simbolis yang diwakilkan oleh panitia dari FKB UBSI Jakarta.