Hallo sobat News. Unit Kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Bina Sarana Informatika (UKM Pecinta Alam UBSI) yang dulu lebih dikenal dengan UKM Calandra Adventure melakukan Evakuasi korban yang terjebak Banjir didaerah Cipinang Melayu DKI Jakarta pada 20 Februari 2021.

Pada Sabtu pagi 20 Februari 2021 Anggota UKM Pecinta Alam UBSI dengan bermodalkan alat-alat evakuasi berupa Perahu Karet, Pompa Manual, Pompa Listrik Pelampung, Helm, Tali Wabing, P3K, DryBag, para anggota UKM Mahasiswa Pecinta Alam UBSI melakukan evakuasi pada tempat yang berbeda, untuk di daerah cipinang melayu UKM Mahasiswa Pecinta Alama UBSI Menerjunkan 10 anggota terdiri dari Yogi Andika Pratama, Muhammad Tezar, Anies Fathul Hidayat, Azzela Azzahrani, Putra Tirta, Fajar Setiawan, Alfan Khurodi, Ikhliasul Amal dan nadia Rahmawati, mulai terjun melakukan evakuasi pada pukul 10.00 WIB sekaligus melakukan penyaluran logistik untuk membantu para korban banjir sampai pukul 20.00 WIB

Setelah selesai ikut melakukan evakuasi warga korban banjir di Cipinang Melayu , UKM Mahasiswa Pecinta Alam UBSI, juga menerjunkan AnggotaNya untuk melakukan Evakuasi di daerah cibitung dan Karawang Jawa Barat, dengan menerjunkan 7 Anggota, sesampainya di cibitung temen-temen UKM Mahasiswa Pecinta Alam UBSI sekitar jam 23.00 WIB, dan langsung melakukan Breafing dengan dengan Komunitas lain, termasuk TNI Polri, Damkar dan BNPB yang ikut terlibat evakuasi korban banjir cibitung pada 21 Februari 2021.

Setelah selesai di cibitung anggota UKM Mahasiswa Pecinta Alama UBSI langsung melanjutkan evakuasi korban bencana ke daerah karawang karena ada info bahwa Tanggul Citarium Karawang Jebol dan mengakibatkan beberapa daerah di karawang terkena banjir

Menurut salah satu anggota UKM Mahasiswa Pecinta Alam UBSI Yogi Andika Pratama, Yang terblibat pada kegiatan evakuasi korban banjir menuturkan, mereka mengalami banyak kesulitan dalam melalukan evakuasi warga, selain harus membujuk warga yang susah untuk di ajak mengungsi, di tambah banyaknya hewan-hewan liar yang terbawa arus air seperti ular yang dapat membahayakan mereka

“Saat melakukan Evakuasi kami mengalami kesulitan karena arus banjirnya cukup deras selain itu ada beberapa warga  yang susah dan tidak mau untuk dievakuasi dan tetap bertahan di lantai dua rumah mereka, selain itu ada beberapa ular yang berkeliaran di saat kita melakukan evakuasi sehingga kita harus sangat berhati-hati saat melakukan evakuasi”TuturNya