Partisipasi Stmik Nusa Mandiri Dalam Peningkatan Kewaspadaan Dan Penanggulangan Kebakaran

0 0

Jakarta BSI News

Bencana memang tak dapat di duga datangnya, dimana pun dan kapan pun
bencana selalu menghantui kita semua. Salah satu bencana yang sering terjadi
pada musim kemarau ini adalah bencana kebakaran. Menurut data statistik Dinas
Kebakaran propinsi DKI Jakarta mulai Januari hingga Oktober 2014 tercatat telah
terjadi 897 kasus di Jakarta. Kebanyakan dari kasus tersebut 80% disebabkan
oleh konstleting listrik (arus pendek), selebihnya disebabkan oleh faktor lain.
Upaya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran khususnya di DKI
Jakarta kini tidak hanya tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas pemadam
kebakaran saja melainkan telah menjadi tanggung jawab kita bersama sebagai
masyarakat. Dibutuhkan sikap kepedulian yang tinggi pada diri masyarakat,
terlebih masyarakat yang tinggal di perkotaan seperti Jakarta yang terkenal
dengan sikap individualistisnya. Tidak hanya pada masyarakat umum tetapi juga
dari kalangan akademisi khususnya mahasiswa dituntut kesadaran serta
kepeduliannya dalam menyikapi permasalahan kebakaran ini. Terkait hal tersebut,
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DKI Jakarta mengadakan
kegiatan pelatihan “Peningkatan Kewaspadaan Masyarakat Dalam Penanggulangan
Kebakaran Tingkat Perguruan Tinggi Di Jakarta” bertempat di Rainbow Hill Golf
Bogor Jawa Barat. Dalam kesempataan itu terpilih empat perguruan tinggi untuk
mengikuti kegiatan ini yaitu STMIK Nusa Mandiri Jakarta, Universitas Negeri
Jakarta, UHAMKA Jakarta, dan BSMI.

STMIK Nusa Mandiri mengirimkan 30 mahasiswa sebagai peserta, selain itu
turut mendampingi Heru Purwanto selaku kepala rumah tangga BSI grup, Slamet
Heri Winarno selaku koordinator kemahasiswaan dan Friyadie mewakili koordinator
kampus. Kegiatan yang diselenggarakan Rabu dan Kamis (22-23/10
-14) ini, diisi dengan acara seminar yang
disi oleh Kepala Bidang Penanggulangan Kebakaran Khamsudin
. Dalam pemaparannya beliau menekankan pada
pentingnya mewaspadai setiap peluang terjadinya kebakaran baik yang disebabkan
oleh faktor human error maupun teknikal, juga disinggung tentang menumbuhkan
peran aktif kepedulian maupun pemahaman kepada mahasiswa tentang pentingnya
penanggulangan bahaya kebakaran secara bersama-sama. Selain itu dibahas pula
tentang peran aktif dari dinas pemadam kebakaran yang disampaikan oleh Rahmat
Kartolo, yang menitikberatkan pada tugas, fungsi dan tanggung jawah petugas
pemadam kebakaran yang lebih dikenal sebagai Satria Biru dalam melaksanakan
tugasnya menjaga wilayah terbebas dari kebakaran, dengan motto “pantang pulang
sebelum padam” menjadi tekad setiap petugas untuk bekerja secara optimal.

Seluruh peserta tak terkecuali mahasiswa STMIK Nusa Mandiri tampak antusias
mengikuti setiap bahasan dan dengan aktif dalam berargumentasi dan mengajukan
pertanyaan. Seminar selanjutnya diisi dengan penerangan tentang P3K, dimana
dipraktekkan bagaimana cara melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan,
setiap peserta diminta untuk mempraktekkan sesuai arahan instruktur.

Kegiatan dilanjutkan pada keesokkan harinya dengan praktek bagaimana cara
memadamkan api baik secara tradisional melalui media karung basah dan dengan
menggunakan alat bantu Apar. Tampak peserta dari STMIK Nusa Mandiri saling
berjibaku dan semangat mengikuti acara ini, dilanjutkan dengan kegiatan outbond
bagi para peserta yang bertujuan melatih team building serta kebersamaan antara
anggota tim. Pada kegiatan tersebut di berikan beberapa permainan yang menguji
kekuatan dan kerjasama tim. Muncul beberapa pemenang dan diantaranya peserta
dari STMIK Nusa Mandiri. Keseluruhan acara ditutup dengan apel penutupan dan
peserta kembali ke kampus masing-masing. Melalui kegiatan ini diharapkan muncul
motivasi dalam diri mahasiswa untuk lebih care terhadap kampusnya dari bahaya
kebakaran. (smh
/ana)       

Leave A Reply

Your email address will not be published.