Memaknai Hari Pahlawan: Mewujudkan Cita-Cita Menuju Kejayaan Bangsa

0 281

Seminar Kebangsaan
BSI

Jakarta BSI News

Bangsa yang
besar adalah bangsa yang tidak melupakan dan menghargai jasa-jasa para
pahlawannya yang telah gugur baik dalam merebut atau mempertahankan tumpah
darah dan kemerdekaan Indonesia. Maka
sudah sepatutnya para pahlawan kita itu mendapatkan penghormatan yang tinggi,
karena tanpa mereka kita tidak mungkin hidup dalam alam kemerdekaan ini. Namun
seiring dengan perkembangan
zaman
dan telah bergesernya  nilai-nilai hidup
saat ini, rasa cinta dan menghargai jerih payah para pahlawan mulai memudar
bahkan hilang tergerus derasnya perubahan
zaman.
Dewasa ini, memaknai, mengenal dan mengenang jasa-jasa para pahlawan adalah
sesuatu yang dianggap biasa saja, bahkan mulai memudar dan hilang terlebih
dalam jiwa pemuda bangsa ini.

Bertolak dari
kenyataan diatas, maka perlu upaya guna mengembalikan kembali rasa cinta dan
kepedulian kita kepada para pahlawan dengan melakukan berbagai kegiatan yang
bermanfaat dan mampu memaknai dan merefleksikan kembali perjuangan para
pahlawan kita.

Bertempat di
BSI
BSD, Sabtu
(8/11), lembaga BSI bekersama dengan IKBM BSI menyelenggarakan “seminar
kebangsaan” untuk kali keempat. Seminar kebangsaan kali ini dalam memperingati
hari pahlawan yang jatuh pada 10 November, dengan mengangkat tema “Aktualisasi
Semangat Kepahlawanan Menuju Kejayaan Bangsa”.

Acara yang
dihadiri oleh lebih dari 100 orang ini, diikuti dari berbagai kalangan antara
lain perwakilan siswa-siswa SMA/SMK se-Tangerang dan Banten beserta guru
pendamping, perwakilan mahasiswa baik yang tergabung dalam Ormawa/HMJ BSI dan
perwakilan perguruan tinggi lainnya, juga tidak ketinggalan perwakilan dari aktivis
pendidik.

Pada seminar kali
ini diisi dengan talk show dan
diskusi interaktif dengan menampilkan beberapa narasumber yaitu Suparman selaku
perwakilan praktisi pendidikan, Airin Rachmi Diany Wardana selaku walikota
Tangerang Selatan dan Lukman Sardi seorang aktor dan publik figur. Bertindak
selaku moderator dalam seminar kebangsaan ini adalah M. Nandi Susila
.

Dalam
pemaparannya Suparman menyoroti tentang bagaimana para pemuda Indonesia harus
mengingat sejarah terutama jasa para pahlawan. Hendaknya para pemuda tersebut
mampu menjadikan setiap semangat dan potensi dari kegigihan para pahlawan menjadi
landasan dalam membangun bangsa. Beliau mencontohkan aksi paling kecil sebagai
wujud semangat kepahlawanan dalam menuju kejayaan bangsa yakni dengan menegakkan
disiplin dalam kehidupan seperti membuang sampah pada tempatnya.

Sebagai narasumber
kedua yakni Lukman Sardi yang menyoroti tentang arti seorang pahlawan. Dikatakan
bahwa pahlawan dapat diartikan setiap orang entah itu siapa saja yang berjasa
bagi kita semua, dicontohkan semisal kita menemukan sebuah lubang dan ada
seseorang yang memberitahukan kepada kita, hal itu sudah merupakan pahlawan
bagi diri kita. Masih menurutnya pahlawan itu bisa saja ditemui dimana saja,
dan kita pun bisa menjadi seorang pahlawan dari sisi kehidupan kita, dan itu
bisa diwujudkan dengan aksi yang kecil yakni memulai rasa kepedulian.

Sedangkan Airin
Rachmi Diany Wardana, sebagai narasumber ketiga memaparkan tentang memulai
semangat kepahlawanan dari hal-hal kecil yang tercermin dari perilaku serta
perbuatan yang baik di sekitar lingkungan dan senantiara merealisasikan
nilai-nilai luhur yang ditinggalkan oleh para pahlawan agar menuju kejayaan bangsa.
Ibu dari dua anak ini juga mengatakan bahwa untuk menjadi seorang pahlawan
tidaklah selalu tampil di depan publik dengan segudang keberhasilan, melainkan
dengan sumbangsih kita yang berguna minimal bagi kehidupan sekitar, yang
tentunya dapat dilakukan oleh tiap-tiap individu.

Setelah sesi
pemaparan dari narasumber dilanjutkan dengan sesi dialog interaktif dan setiap
peserta diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan kepada para
narasumber. Selain itu juga ada pemberian cinderamata dari lembaga BSI kepada
narasumber yang diberikan langsung oleh Anton
.

Di penghujung
acara dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MOU) antara Akademi BSI
dengan Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan terkait pelatihan kewirausahaan,
pembangunan karakter dan integritas bangsa bagi pendidik dan peserta didik di lingkungan
Dinas Pendidikan Tangerang Selatan. Acara ditutup dengan pengundian doorprize serta sesi foto bersama
narasumber dengan para peserta seminar kebangsaan.

Pemaknaan
nilai-nilai juang para pahlawan melalui kegiatan seminar ini diharapkan mampu
menggugah  semangat dan memberikan dampak
munculnya pemuda-pemuda yang memiliki kepekaan untuk menghargai jasa para
pahlawan kita dalam memperjuangkan kemerdekaan. Semangat kepahlawanan juga
diharapkan dapat mengubah karakter bangsa menjadi bangsa yang berani dalam
menapap masa depan menuju kejayaan bangsa dan negara Indonesia. (smh/sia
/ana).

Leave A Reply

Your email address will not be published.