Dampak Teknologi dan Literasi Digital Terhadap Anak Bagi Pengurus RPTRA Maya Asri 13 Palmerah

1 651

Jakarta Bsi-News

Perkembangan teknologi informasi mengakibatkan penyebaran informasi semakin cepat dan deras, era Tsunami Arus Informasi yang terjadi harus disikapi dengan baik sehingga kita terhindar dari berbagai berita hoax. Langkah sederhana yang dapat dilakukan memberikan edukasi terhadap anak, maupun anggota keluarga lainnya dalam menyikapi beredarnya berita hoax yang ada di masyarakat. Banyak dari kita yang berangggapan semua berita atau informasi yang kita dapat di internet atau di media digital adalah baik. Untuk itu kita perlu membentengi diri dan leboh memilah informasi yang kita serap. Literasi digital tidak hanya menghindarkan kita dari berita bohong atau berita hoax namun juga dapat mencegah kita terhindar dari cyber crime yang sekarang banyak terjadi. Era internet ini memunculkan sejumlah persoalan khusus yang berdampak terutama pada anak-anak karena pola pikir mereka yang masih banyak ingin tahu. 

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan oleh dosen dari program studi Teknologi Komputer Fakultas Teknologi Informasi Universitas Bina Sarana Informatika yang terdiri dari Bapak Budi Sudrajat, Bapak Bambang Wijonarko, Bapak Sopyan, Bapak Richky Faizal Amir dan Bapak Mugi Raharjo serta 2 orang mahasiswa Muhammad Zaki Ardi  dan Faisal Ferdiansyah. Kegiatan ini diselenggarakan pada hari sabtu, 7 September 2019 di aula RPTRA Maya Asri 13 Palmerah Jakarta Barat. Peserta yang mengikuti kegiatan ini para pengurus RPTRA dan masyarakat yang ada disekitar RPTRA Maya Asri 13 Palmerah.

Literasi Digital adalah kecakapan atau pemahaman seseorang dalam menggunakan media digital dan bertanggung jawab untuk memperoleh informasi dan komunikasi. Literasi Digital menjadi kebutuhan mendesak sekarang ini, sebab kemajuan teknologi yang tidak dapat diimbangi oleh kecerdasan dalam  menggunakan teknologi modern. Hal tersebut menuntut para masyarakat untuk dapat memilih dan memilah informasi yang baik dan tepat guna.Disinilah pentingnya literasi digital untuk dijadikan pembelajaran yang strategis untuk pengembangan pendidikan ini di era cyber.

Literasi digital ini menjadi penting karena mampu membuat kita Berpikir kritis, kreatif dan inovatif, Memecahkan masalah yang terjadi, Lebih mengetahui arti dari pemanfaatan teknologi modern, Tidak menggunakan teknologi sebagai wadah melakukan kejahatan, Menjadi pengguna yang baik.

Rumah merupakan tempat persinggahan bagi setiap orang termasuk anak-anak kita. Anak-anak sebagai generasi milenial, saat ini banyak disibukan dengan gadget atau perangkat digital lainnya. Terlebih jika para orang tua nya bekerja dengan intensitas waktu yang panjang hingga malam, maka secara otomatis  komunikasi dengan anak sangatlah kurang.

Akibatnya karena tidak ada kesibukan atau karena tidak ada teman untuk berbicara, anak ketika dirumah akan mencari hal yang dia sukai, atau menjadikan gadget sebagai pilihannya. Pesatnya perkembangan dunia media sosial sangat memungkinkan anak terpapar oleh berbagai macam berita hoax.

Literasi harus direvolusi untuk mencerdaskan masyarakat milenial. Perlu juga percepatan program akselerasi literasi dengan beberapa langkah, antara lain : (1) Pemahaman paradigma literasi tidak hanya membaca dan bahan bacaan bukan hanya manual, melainkan juga digital. Literasi tidak sekedar membaca dan menulis, namun juga ketrampilan berfikir menggunakan sumber-sumber pengetahuan. (2) Pemenuhan akses internet di semua wilayah, meski kita berada di “dunia maya” namun masih banyak wilayah di Indonesia yang belum bisa mengakses Internet. Dengan Internet maka literasi digital akan semakin mudah. (3) Implementasi konsep literasi di semua lembaga pendidikan, yaitu literasi dasar (basic literacy), literasi perpustakaan (library literacy), literasi media (media literacy), literasi teknologi (technology literacy) dan literasi visual (visual literacy). Maka gerakan literasi dimulai dari lingkungan keluarga, lingkungan pendidikan, dan gerakan literasi nasional. (4) Menumbuhkan rasa cinta pada ilmu pengetahuan, kebenaran dan fakta. Hal itu tentu harus terwujud dalam kegiatan membaca yang diimbangi validasi, baik membaca manual maupun digital.

 

1 Comment
  1. […] Baca Juga : Dampak Teknologi dan Literasi Digital Terhadap Anak Bagi Pengurus RPTRA Maya Asri 13 Palmerah […]

Leave A Reply

Your email address will not be published.