Seminar Profesionalisme Rekayasa Perangkat Lunak “Peluang & Tantangan Profesi Rekayasa Perangkat Lunak Di Era Internet Of Thing”

0 19

Jakarta Bsi-News

Guna memberikan pembekalan pengetahuan kepada  mahasiswa  dalam  hal  perkembangaan bidang rekayasa perangkat lunak agar mahasiswa mempunyai daya saing yang kuat, maka Program Studi Rekayasa Perangkat Lunak Universitas Bina Sarana Informatika mengadakan Seminar Profesionalisme Rekayasa Perangkat Lunak bertemakan “Peluang & Tantangan Profesi Rekayasa Perangkat Lunak Di Era Internet of Thing” .

Acara seminar berlangsung  di Aula Kampus UBSI Kramat 98 pada hari Rabu 13 November 2019. Seminar yang dimulai pada pukul 08.00 WIB dan dimoderatori oleh Ibu Jenie Sundari, M.Kom tersebut diikuti oleh 120 peserta yang merupakan mahasiswa semester satu Program Studi Rekayasa Perangkat Lunak.

Menurut Bapak Ahmad Setiadi, M.Kom selaku ketua Program studi Rekayasa Perangkat Lunak, acara seminar tersebut sengaja diselenggarakan untuk mahasiswa semester satu dengan harapan agar terbuka wawasan mahasiswa mengenai perkembangan Teknologi Informasi terkini, khususnya bidang Rekayasa Perangkat Lunak.

Pada seminar tersebut dihadirkan narasumber yang sudah professional dan berkompeten di bidang Teknologi Informasi yaitu,  Bapak Danny Dharamawan Kosasih. Selain merupakan Co-founder & Partner Innovesia, beliau juga merupakan pakar yang sering menjadi pembicara dan narasumber di berbagai seminar dan pelatihan.

 

Selaku narasumber, Bapak Danny menuturkan bahwa saat ini profesi yang sangat diperlukan dan banyak dibutuhkan oleh dunia industri adalah di bidang teknologi informasi, termasuk bidang Rekayasa Perangkat Lunak. Bahkan di era Internet of Things ini, seorang profesional di bidang Rekayasa Perangkat lunak juga memiliki peluang yang besar untuk mengembangkan potensinya  dengan menjadi  DigitalPreneur.

Sebagai narasumber Bapak Danny menyampaikan bahwa“Ada beberapa tips utuk menjadi DigitalPreneur di zaman now yaitu, berorientasi kepada pelanggan, berpikir keras, kreatifitas, mampu memecahkan masalah, mau berkolaborasi, serta pemikiran yang flexible”. “Untuk menjadi DigitalPreneur, tantangan dan masalah yang dihadapi diantaranya adalah sumber daya manusia yang sulit, infrastuktur yang kurang memadai, serta ekosistem” ujarnya

Mahasiswa yang menjadi peserta sangat antusias untuk mengikuti acara seminar sampai selesai. Mereka sangat tertarik dengan materi yang disampaikan dan banyak diantara mereka yang mengajukan pertanyaan untuk memenuhi rasa penasarannya.

Setelah sesi tanya jawab, seminar tersebut ditutup dengan foto bersama antara narasumber dangan seluruh peserta. Semoga acara seminar tersebut dapat memotivasi mahasiswa Rekaya Perangkat Lunak untuk lebih semangat meningkatkan pengetahuan dalam hal teknologi informasi, khususnya bidang Rekayasa Perangkat lunak. (NAD/AMS)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.