Yakinkan Orang Tua dengan Prestasi, Rani & Irvan Semakin Berjibaku Raih Juara hingga Tingkat Nasional

0 27

Pontianak Bsi-News

Dua mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kota Pontianak kembali mengukir prestasi di cabang olahraga (cabor) taekwondo di ajang  Open Tournament Pontianak Taekwondo Festival dengan tema Positive Is Me 2020. Mereka adalah Rani Rafita Sari dan Muhammad Irvan Agustio yang mengikuti turnamen tersebut di Gedung Sport Center IAIN Pontianak. Turnamen ini diselenggarakan oleh kampus IAIN Pontianak berlangsung dari tanggal 31 Januari s.d 3 Februari 2020.

Rani dan Irvan yang merupakan mahasiswa semester tiga prodi sistem informasi ini memiliki kegemaran yang sama yakni taekwondo dan seringkali mengikuti turnamen bersama. Turnamen yang baru saja mereka ikuti, dimana Rani mendapatkan Juara 3 Senior Putri (U.53) Open Tournament Taekwondo Festival 2020. Sedangkan Irvan ikut di kategori Senior Putra (U.58) dan keduanya sebagai atlet Kyuorugi.

Rani yang mengaku semenjak kelas VI Sekolah Dasar mulai mengikuti olahraga taekwondo hingga sekarang, ia semakin menggemari cabor yang satu ini.

“Ikut taekwondo memang dari kemauan sendiri, karena waktu itu di Sintang cuma ada olahraga itu dan terbuka untuk umum. Awalnya memang orang tua ga setuju kalau saya ikut taekwondo disuruh berhenti, karena sempat sakit sebab mengikuti latihan rutin,”ujar putri pertama dari bapak Sy.Jona dan ibu Latamandeska itu.

Lanjut Rani, jadi saat ikut lomba yang pertama kali sekitar tahun 2010 ia tidak diperdulikan oleh kedua orang tuanya, namun hal tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk terus berlatih, sehingga ia termotivasi untuk menjadi atlet cabor taekwondo ini dan ingin membuktikan kepada kedua orang tuanya bahwa ia bisa membuat mereka bangga akan prestasi yang nantinya akan ia miliki.

Dan terbukti, hingga saat ini Rani telah mengikuti sekaligus memenangkan banyak turnamen dari cabor taekwondo. Diantaranya ia pernah mendapatkan Juara 2 Taekwondo tingkat Provinsi, piagam penghargaan dari Kejuaraan 3rd NTC Cup, Kejuaraan Rimba Taekwondo Championship II, dan masih banyak lagi.

“Sekarang orangtua saya sudah mendukung saya untuk terus berprestasi di cabor taekwondo dan berpesan untuk selalu menjaga kesehatan dan menjaga nilai akademik saya agar tetap bagus,”pungkas Rani.

Sementara Irvan sendiri mulai serius menggeluti taekwondo semenjak tahun 2018, namun ia sudah jatuh cinta pada olahraga ini. Terbukti walaupun masih hitungan 1 tahunan ikut taekwondo namun saat ini ia sudah di tingkat sabuk hijau atau GEUP-7. Ini merupakan debut keduanya ikut turnamen taekwondo. Walaupun belum memiliki hasil yang maksimal di turnamen kali ini, namun putra dari bapak Ilhan Hendrata & ibu Nurhayan ini telah membuktikan kemajuannya yang pesat dalam olahraga taekwondo ini.

“Kendalanya adalah kalau Open Tournament seperti ini maka lawannya bisa siapa saja bahkan atlet nasional sekalipun bisa ikut, dan kemarin lawan saya seorang atlet nasional yang sudah sabuk hitam, pertarungan kemarin memang sulit, namun ini bisa memotivasi saya untuk mengalahkan atlet-atlet yang tingkatan sabuknya lebih tinggi dari saya, sekelas atlet nasional,”kata Irvan, pria berusia 22 tahun itu.

Irvan bertekad untuk terus giat berlatih sehingga bisa sampai ke sabuk tingkatan tertinggi dan meraih juara-juara di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional. Sempat tak diperbolehkan kedua orang tuanya untuk ikut taekwondo karena sakit, namun dengan tekad dan usaha kerasnya membuktikan keseriusannya sehingga membuat orangtuanya luluh bahkan sangat mendukung prestasinya.

Kedepannya, mereka berdua akan mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat Taekwondo (UKT). Bulan April mendatang Rani akan mengikuti UKT untuk naik ke tingkat sabuk hitam DAN I. Sementara Irvan akan naik ke tingkat sabuk Hijau Strip Biru atau GEUP 6. Keduanya mempersiapkan hafalan gerakan-gerakan yang akan diujikan sesuai dengan tingkatannya.

“Lebih ke persiapan poomsae untuk menghadapi UKT ini dan tentunya berlatih terus serta do’a dari orangtua juga yang sangat penting untuk terus meraih prestasi,”ujar Irvan.

Muhammad Sony Maulana, selaku kaprodi Sistem Informasi berharap mereka berdua dapat terus berprestasi di cabor taekwondo tanpa melalaikan tugasnya sebagai seorang mahasiswa.

“Tentunya kami dari pihak kampus sangat mendukung bagi mahasiswa UBSI Pontianak yang berprestasi baik di bidang akademik maupun non akademik,”tutur Sony.

Leave A Reply

Your email address will not be published.