Kampus UBSI Berpartisipasi Dalam Perayaan World Tourism Day 2020

0 22

Jakarta Bsi-News

Pandemi covid-19 memberikan dampak hampir keseluruh bidang, tidak terkecuali didalam industri pariwisata. Matinya sektor pariwisata sangat dirasakan oleh berbagai pelaku usaha, turunnya omset akibat dampak covid telah membuat beberapa pegawai mengalami PHK.

Sebagai langkah dalam menyelamatkan industri pariwisata Deputi  Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaran Events Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyelanggarakan Perayaan World Tourism Day (WTD) 2020 Indonesia yang digelar secara virtual pada hari Minggu (27/09). Dalam kegiatan tersebut  Kampus Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) berperan aktif dalam Perayaan World Tourism Day (WTD) 2020 Indonesia .

Keterlibatan Universitas BSI dalam event tersebut merupakan bagian dari bentuk kepedulian kampus UBSI untuk mengembangkan bidang pariwisata. Keterlibatan tersebut, tidak hanya sebatas fasilitator Zoom, namun juga mengirimkan beberapa staf untuk terlibat langsung dalam pengelolaan Zoom dan acara dari awal sampai dengan akhir bersama panitia perayaan WTD yang berasal dari berbagai unsur stakeholder.

“Universitas BSI mempunyai komitmen yang kuat mendukung sepenuhnya Yayasan WTD untuk penyelengaraan event-event WTD pada tahun-tahun berikutnya. Hal ini diperkuat dengan masuknya UBSI dalam susunan kepengurusan pada Yayasan WTD sebagai pengawas, yakni  Diah Puspitasari, M.Kom dan sebagai sekretaris yakni Dr. Ani Wijayanti,” tutup Ani, yang sehari-harinya menjabat sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Adapun tema global yang diusung yakni ‘Tourism & Rural Development’, sedangkan para perayaan di Indonesia tema yang diangkat ialah ‘Tourism: Moving Forward in The New Normal’.

Kegiatan ini sukses digelar secara live streaming pada media Youtube WTD, Zoom, dan Channel El Jhon TV. UBSI ikut berperan dengan menyediakan nya fasilitas Zoom kepada kurang lebih tujuh ratus partisipant dari berbagai perguruan tinggi pariwisata yang tersebar di seluruh Indonesia.

Rizki Handayani, selaku Deputi  Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaran Events Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Pariwisata Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) dalam sambutannya mengatakan bahwa dampak Covid-19 sangat terasa pada sektor pariwisata, bukan hanya di Indonesia namun juga di seluruh dunia. Untuk mengatasi hal itu, Kemenparekraf melakukan langkah nyata dalam menyelamatkan sektor pariwisata.

“Demi memastikan kebutuhan ini, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengusung program C HSE (Cleanliness, Healthy, Safety, and Environmental Sustainability) sebagai tatanan adaptasi kebiasaan baru di destinasi wisata dengan melibatkan para pelaku sektor pariwisata. Dengan adanya program ini, diharapkan sektor pariwisata dapat segera produktif dan aman dari Covid-19,” ujar Rizki.

Leave A Reply

Your email address will not be published.