Dosen UBSI Lolos Tahap I Maching Fund Kedaireka Angkat Tema Miniatur Pasar Keliling

0 23

Jakarta Bsi-News

Kedaireka menjadi terobosan yang digagas oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) sebagai tempat bertemunya perguruan tinggi dan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) untuk berkolaborasi menciptakan beragam inovasi.

Melalui Kedaireka, Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Vokasi melalui Direktorat Pendidikan Tinggi Vokasi dan Profesi (PTVP) Kemendikbud Ristek meluncurkan program Matching Fund Vokasi yang merupakan program sebagai strategi penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi vokasi (PTV) dengan dunia kerja dengan maksimal pendanaan senilai Rp 3 miliar per usulan proposal.


Kelompok pengusul dari Universitas Bina Sarana Informatika (Universitas BSI) berhasil lolos dalam tahap I Program Maching Fund Vokasi TA 2021.  Anantha Zakharia, SE, MM merupakan dosen pengusul dari program studi Sistem Informasi Akuntansi Kampus Kota Bogor (D3) bersama anggota dosen lainnya Taufik Baidawi dari Program Studi Sistem Informasi (D3), M.Kom dan Endang Lesmana, S.TP yang merupakan Direktur PT. Nadelsa Kreasi Indonesia, lolos dalam tahap 1 Ruang Lingkup Hirilisasi Produk/Teknologi.

Kolaborasi dosen Universitas Bina Sarana Informatika dan Direktur PT. Nadelsa Kreasi Indonesia tersebut menghasilkan sebuah inovasi berupa “Pencegahan Penyebaran Virus Covid-19 Dengan Sistem Belanja Online To Offline Berkonsep Swalayan Mandiri     Menggunakan Miniatur Pasar Keliling”

Anantha menjelaskan, teknologi yang diusulkan ini diharapkan mampu memberikan solusi sangat diperlukan untuk membantu melakukan pemulihan ekonomi, sehingga kegiatan perputaran ekonomi tetap berjalan tanpa adanya penambahan jumlah penderita yang terinfeksi Virus Covid-19.

“Pihak Universitas Bina Sarana Informatika memberikan solusi penelitian terapan berupa pengembangan metode pengujian loyalitas pelanggan untuk memvalidasi purwarupa sederhana yang sedang diuji coba oleh PT Nadelsa Kreasi Indonesia. Prototype tersebut berupa pasar keliling yang nantinya pada penelitian ini akan terus disempurnakan menjadi minimum viable product. Selain itu, pada penelitian ini juga akan mengkoneksikan pasar keliling tersebut secara online to offline. Hal ini merupakan bagian dari produk berupa sistem belanja online to offline berkonsep swalayan mandiri. Pada konsep ini, pelanggan bisa memesan consumer good via online dan pelanggan bisa memilih produk secara offline pada prototype pasar keliling” Jelasnya

Anantha juga menambahkan bahwa program ini dapat menjadi wadah bagi para mahasiswa untuk dapat belajar dilapangan untuk mengamati permasalahan yang terjadi dimasyarakat

“Dalam program ini, kami libatkan 6 mahasiswa Univeristas Bina Sarana Informatika. Dengan begitu mahasiswa dapat belajar langsung di lapangan untuk mengamati permasalahan yang terjadi di masyarakat, mendapatkan pengalaman untuk bekal memasuki dunia kerja di era new normal, serta melakukan pembahasan dalam rangka mendukung luaran dan pengembangan dari penelitian tersebut. Hal ini merupakan kegiatan hilirisasi inovasi Perguruan Tinggi Vokasi, dalam rangka menciptakan ekosistem Merdeka Belajar – Kampus Merdeka. Sehingga, apabila sistem ini berjalan dan menguntungkan dunia usaha akan memberikan efek positif kepada penyerapan dunia kerja saat pandemi Virus Covid-19 berlangsung. Dengan demikian, jumlah angka pengangguran akan berkurang karena sudah didukung oleh angkatan kerja yang selaras dengan kebutuhan dunia industri pada era new normal” tambahnya

Anantha berharap, inovasi yang telah digagas ini mampu membantu aktivitas usaha tetap mempunyai pendapatan di pandemi tanpa menambah peluang penyebaran Virus Covid-19.

 Rektor Universitas Bina Sarana Informatika, Dr. Mochamad Wahyudi, MM, M.Kom, M.Pd menyambut baik kabar tersebut

“Alhamdulillah, semoga dapat lolos ke tahap selanjutnya. Hal ini juga dapat menjadi contoh untuk para dosen dan seluruh civitas akademika yang ada di Universitas Bina Sarana Informatika untuk dapat berkolaborasi dengan dunia industri dan menciptakan karya inovasi yang dapat bermanfaat” tutup Dr. Mochamad Wahyudi (KTH)

Leave A Reply

Your email address will not be published.