Universitas BSI Siapkan Kebutuhan Sesuai Perkembangan Zaman Melalui Studium Generale

0 65
Dok: Universitas BSI

Jakarta, BSINews – Studium generale merupakan tradisi khas kehidupan di kampus-kampus besar di Eropa dan Amerika yang tradisi ilmiahnya sudah kental sekali. Kini, di Indonesia studium generale atau sering disebut sebagai kuliah umum, semakin penting dilakukan oleh Perguruan Tinggi sebagai penambah wawasan baru.

Menurut Rektor Universitas BSI (Bina Sarana Informatika), Dr Mochamad Wahyudi menuturkan, bahwa road map Perguruan Tinggi kedepannya harus mampu melangkah pada sesuatu yang telah tercatat sebagai sejarah dan mempersiapkannya sesuai kebutuhan serta perkembangan zaman. Seperti halnya membuat studium generale sebagai tradisi kampus.

“Kuliah umum menjadi salah satu tradisi akademik yang senantiasa dijaga sampai saat ini. Dengan mendatangkan pemikir-pemikir yang dapat membantu kita semua untuk membuka cakrawala ilmu pengetahuan. Tentunya, juga memperkaya penalaran seluruh sivitas akademika sebagai peserta kuliah umum,” tutur Wahyudi, Selasa (7/9) kemarin.

Baca juga: Yuk Ikuti Kuliah Umum Bersama Incubator Center Universitas BSI

Dalam hal ini, Universitas BSI menghadirkan Prof Shi-Jinn Horng selaku National Taiwan University of Science and Technology (NTUST). Prof Shi-Jinn Horng, akan menyampaikan materi tentang ‘Information Security and Parallel Processing Correlated with the Artificial Intelligence’.

“Prof Shin-Jinn Horng atau disering disapa sebagai Hsi-Chin Hung, merupakan Dekan di Fakultas Teknik Elektonika dan Komputer Sains, National United University (Universitas Persatuan Nasional), Taiwan,” ujarnya.

Saat ini, ia menjabat Profesor Kelapa pada Jurusan Komputer Sains dan Teknik Informatika, NTUST. Ia memiliki peminatan penelitian dalam bidang Deep Learning, Biometric Recognition, Multi-Medium, Image Processing, dan Information Security.

Disisi lain, Wahyudi mengatakan ada beberapa tujuan dari kegiatan studium generale ini diantaranya, mempererat hubungan, transfer pengetahuan dan aspek keilmuan.

“Hubungan bisa diartikan dalam dua hal, yakni hubungan antar mahasiswa dengan pihak kampus, dan hubungan dalam rangka perluasan ilmu pengetahuan. Sedangkan, apabila diikuti oleh mahasiswa dari luar universitas, dapat mempererat kerja sama dibidang akademik dan penelitian,” pungkasnya.

Baca juga: Webinar Mengenai Inklusi Pajak Pada Mata Kuliah Wajib Umum Universitas Bina Sarana Informatika

Selain mempererat hubungan, studium generale juga bertujuan meningkatkan pengetahuan mahasiswa atau peserta itu sendiri. Tak lupa juga sebagai media transfer ajaran-ajaran ilmiah dan non ilmiah demi mencerdaskan penerus bangsa.

“Terakhir, yakni sebagai aspek keilmuan. Kuliah umum ini dapat berfungsi sebagai sarana meningkatkan aspek keahlian secara luas. Sekaligus untuk melangsungkan pendidikan yang berusaha menggabungkan antara disiplin ilmu dan perkembangan zaman,” terangnya.

Wahyudi menambahkan, studium generale yang akan dilaksanakan secara daring pada 13 September 2021 ini, akan didukung oleh Aptikom sebagai co-host.

Studium generale ini bersifat umum, siapa saja bisa ikut serta dalam kuliah umum bersama Prof Shi-Jinn Horng. Segera daftarkan melalui https://bit.ly/StudiumGenerale-2021, sebab pendaftaran hanya dibuka hingga 11 September 2021 saja,” tandasnya.(ACH)

Leave A Reply

Your email address will not be published.