Harapan Universitas BSI Dalam Pelepasan Mahasiswa Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka

0 1
Foto : Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Dalam Negeri (PMM-DN) Tahun 2021

Bogor BSINEWS-Menjadi suatu kebanggan bagi Universitas BSI  (Bina Sarana Informatika) dapat mengikuti Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Dalam Negeri (PMM-DN) Tahun 2021, yang merupakan salah satu bidang dari program yang diluncurkan dalam Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang diselenggarakan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek).

Program PMM-DN dilaksanakan dengan tujuan untuk membekali dan mempersiapkan mahasiswa/i, sebagai kaum intelek cendekia bangsa, yang mampu belajar dan bersaing satu sama lain untuk bersatu dengan mahasiswa lain dari berbagai penjuru wilayah di nusantara. Program PMMDN ini dilakukan dengan mekanisme pertukaran mahasiswa dalam negeri antar pulau, selama satu semester yang tentunya akan memberikan wawasan, keilmuan dan pengalaman baru dengan sesama mahasiswa dengan berbeda perguruan tinggi dan merupakan program yang dapat direkognisi sksnya dengan konversi maksimal 20 sks.

Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) menggelar Acara Pelepasan dan penyambutan Mahasiswa PMMDN Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka, pada Jumat (3/8), melalui Zoom, pukul 08.00 WIB.

Baca Juga :Universitas BSI Bekali Lulusan Melalui Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM)

Dalam program ini, Universitas BSI mengambil tiga peran sekaligus yaitu sebagai PT (Perguruan Tinggi) Pengirim, PT Penerima dan PT Mitra. Dalam perannya sebagai PT Pengirim, ada 11 orang mahasiswa dari Universitas BSI yang lolos seleksi dan akan belajar di beberapa kampus di luar pulau Jawa seperti Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Universitas Borneo Tarakan, Universitas Mulawarman, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Institut Teknologi Kalimantan, dan Universitas Muhammadiyah Palangka Raya.

Dalam perannya sebagai PT Penerima, Universitas BSI menerima mahasiswa dari kampus lain untuk belajar di Universitas BSI. Mahasiswa yang mengikuti program pertukaran mahasiswa merdeka di Universitas BSI, berasal dari Universitas Negeri Makassar, Universitas Hasanuddin, Universitas Nusa Cendana, Universitas Mulawarman, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Universitas Halu Oleo, dan Universitas Pendidikan Ganesha.

Dalam perannya sebagai PT Mitra, Universitas BSI menawarkan matakuliah kepada seluruh mahasiswa PMM-DN untuk dapat dilaksanakan proses belajar mengajar secara daring melalui aplikasi spadadikti.id. Ada 14 orang dosen Universitas BSI yang matakuliahnya ditawarkan dan dipilih oleh peserta PMM-DN Tahun 2021.

Tagline Acara yaitu “Berpisah sementara, Bermakna selamanya” sangat sesuai dengan kegiatan pelepasan dan penyambutan kegiatan PMM-DN ini.

Pada kesempatan tersebut, hadir sekaligus memberikan sambutan Wakil Rektor I bidang Akademik Universitas BSI, Diah Puspitasari, Wakil Rektor II Bidang Non Akademik Suharyanto serta seluruh Dekan Fakultas, Kepala Biro dan Bagian, seluruh Kaprodi, dan staf dosen.

Dalam sambutannya, Diah berharap Semoga mahasiswa/i mendapatkan wawasan yang luas, bertukar kebudayaan dan saling menjalin jejaring komunikasi dengan mahasiswa lainnya. Ia juga menambahkan, bagaimana kemuliaan, keindahan, keagungan wilayah masing-masing di tempat mahasiswa/i yang menempuh pendidikan, bisa saling beradaptasi.

“Universitas BSI sangat positif merespon terhadap pelaksanaan Kebijakan Pemerintah dalam hal ini adalah Kemendikbud Ristek dalam Penyelenggaraan MBKM di Universitas BSI khususnya. Terima kasih kepada seluruh Perguruan Tinggi yang sudah berkolaborasi dengan Universitas BSI, yang turut hadir secara langsung dalam acara pelepasan dan penyambutan tersebut,” pungkas Diah.

Baca Juga: Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa, Universitas BSI Kampus Tegal Ciptakan Sipede

Dewi Ayu Nur Wulandari, selaku Ketua Duta MBKM juga hadir dan mewakili PIC MBKM Universitas BSI melaporkan hasil kegiatan Program MBKM yang diikuti oleh mahasiswa dan dosen di kampus Universitas BSI. Menurutnya, PMM-DN terdiri dari Inbound Luring sebanyak 12 Mahasiswa dan Outbound sebanyak 11 Mahasiswa, dengan PIC masing-masing sesuai Prodi yang menaungi mahasiswa/i terkait.

Kemudian untuk Dosen yang mengikuti program PMM-DN ini, berjumlah 15 orang. Diantaranya, Dosen Modul Pembelajaran sebanyak 14 orang dan Dosen Modul Nusantara 1 orang.

“Puji syukur karena dapat melaksanakan penyambutan para mahasiswa/i dari 7 Perguruan Tinggi yang ada di Tanah Air untuk belajar di Universitas BSI, sekaligus pada kesempatan ini melepas para mahasiswa/i Universitas BSI yang akan melaksanakan Program MBKM di beberapa Perguruan Tinggi baik Negeri maupun Swasta yang ada di Indonesia,” ujar Dewi.

Menurut Dewi, Kegiatan ini merupakan suatu kebanggaan bahwa mahasiswa Universitas BSI dapat diterima pada Program MBKM ini. Hal tersebut merupakan sebuah prestasi yang harus dipertahankan, ditingkatkan dan tentu saja kesempatan tersebut harus dimanfaatkan dengan baik, diikuti dengan seksama agara mahasiswa/i bisa memperoleh ilmu baru di Perguruan Tinggi, baik di Universitas BSI maupun di Perguruan Tinggi lain dalam Program MBKM.

“Oleh karenanya mahasiswa/i yang telah lolos seleksi, harus dapat mempergunakan kesempatan ini dengan belajar yang serius, bekerja keras dan menjadi teladan bagi para teman mahasiswa lainnya,” tutur Dewi.

Dr. Khaeruddin, sebagai perwakilan PIC MBKM dari Universitas Negeri Makassar (UNM) mengungkapkan rasa syukur serta bangga terhadap program pertukaran ini.

“Kami menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kesediaan Universitas BSI untuk menerima mahasiswa/i kami untuk belajar selama satu semester di Universitas BSI. Keberagaman mahasiswa yang bergabung dalam program PMM-DN ini merupakan hal yang luar biasa. Dimana mereka tentu akan membawa kebiasaan, budaya yang masing-masing berbeda satu dengan yang lain,” tukas Khaeruddin.

Dalam kesempatan tersebut juga, ia berpesan kepada mahasiswa agar melihat suatu perbedaan menjadi hal yang positif bukan hambatan. Janganlah perbedaan itu dijadikan sesuatu yang negatif, tapi justru perbedaan itu merupakan kesempatan dan kekayaan untuk saling mengenal satu dengan yang lain agar supaya bisa berkolaborasi”ujarnya. (RDX)

Leave A Reply

Your email address will not be published.