Pentingnya UU ITE Agar Bijak Bermedia Sosial

0 27

Sosialisasi UU ITE Pengabdian Masyarakat

Jakarta, BSINews – Pemahaman tentang Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), perlu dipahami oleh masyarakat luas. Semakin meningkatnya penggunaan media sosial, semakin marak juga penyalahgunaan platform tersebut, untuk berbagi konten ujaran kebencian ataupun penyebaran hoax.

Pasalnya, dalam bermedia sosial, harus punya etika yang mendasar. Agar apa yang dibagikan, tidak melanggar aturan yang telah ditetapkan. Akan tetapi, masih banyak juga yang masih tak ragu melakukan ujaran kebencian, rasisme di media sosial.

Baca Juga : Pendirian PT Perorangan, Bantu Cepat Kembangkan Perusahaan

Dosen Program Studi Sistem Informasi Universitas BSI (Bina Sarana Informatika), memberikan sosialisasi tentang UU ITE bagi Pemuda Batak Bersatu (PBB), dalam kegiatan pengabdian masyarakat. Kegiatan berlangsung secara daring, Sabtu (9/10) kemarin.

“Pada dasarnya sinergi dan transfer ilmu seperti ini merupakan kegiatan yang positif, mampu memajukan masyarakat,” kata Heppi Sembiring, Ketua PAC PBB.

Paham tentang UU ITE, bantu cegah ujaran kebencian di media sosial

Andriansah, dalam materinya memaparkan, bagi sebuah organisasi yang besar, tentunya akan menghasilkan informasi dan data yang cukup kompleks. Menurutnya, dalam bermedia sosial, juga harus cakap.

“Perlunya pemahaman mengenai bagaimana memanfaatkan data yang dimiliki. Salah satunya adalah penggunaan teknologi digital dalam kegiatan berorganisasi serta memaksimalkan media sosial sebagai wadah informasi,” ujar Andriansah, dalam materinya.

Selain itu, perlu adanya pengetahuan terkait UU ITE, yang bisa menyeleksi apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan di media sosial. Ia menuturkan, jangan sampai terjebak kesalahan dalam berkomunikasi.

Baca Juga : Dosen Universitas BSI Gelar Kegiatan PM Tentang Transformasi Digital

“Jangan sampai terjebak hate speech di media sosial. Banyaknya akun anonim juga sering memancing untuk melakukan ujaran kebencian. Sehingga hal itu juga bisa jadi pemicu dalam berkomunikasi di media sosial.

Kegiatan ini berlangsung dengan penuh kehangatan meski dibatasi dengan media online. Hal ini terlihat dari antusias peserta yang bertanya kepada narasumber. Para peserta mengharapkan akan adanya kegiatan seperti ini dikemudian hari dengan tema-tema lainnya.(MKU)

Leave A Reply

Your email address will not be published.