Sumber Daya Manusia yang Kompetitif

0 55
Sumber Daya Manusia
Sumber Daya Manusia

Oleh: Amin Setio Lestiningsih, dosen Universitas BSI prodi Akuntansi

Jakarta, BSINEws–Sumber daya manusia di perusahaan sangat penting. Perusahaan merupakan salah satu contoh organisasi profit, yang didirikan dengan tujuan untuk tetap survive, agar terus mendapatkan income. Demi mencapai tujuan tersebut, maka perlu keterlibatan semua sumber daya yang ada baik sumber daya finansial, sumber daya capital maupun sumber daya manusia sebagai ujung tombak dalam operasional perusahaan itu sendiri.

Sumber daya manusia (SDM) yang terlibat tentu memiliki karakter, tingkat pendidikan, kecerdasan yang berbeda. Hal ini dipengaruhi oleh pembentukan karakter awal di lingkungan keluarga. Pembentukan karakter positif akan menghasilkan SDM yang siap dalam menghadapi permasalahaan saat berkecimpung di dunia kerja.

Baca juga: Membangun Aplikasi dengan Arsitektur Microservice

Sumber Daya Manusia Kompetitif

Saat diterima dalam dunia kerja, maka SDM akan menghadapi berbagai beban kerja dan kompleksitas pekerjaan. Beban kerja dan kompleksitas pekerjaan pegawai, merupakan salah satu fungsi dari struktur organisasi.

Bahkan, dalam entitas yang sama, beban kerja karyawan bisa berbeda-beda. Sebab karyawan yang sudah memiliki pangkat dengan yang belum memiliki pangkat, tentu tidak akan memiliki beban kerja yang sama.

Sementara itu, dampak beban kerja yang besar dapat mempengaruhi prestasi kerja dan produktivitas karyawan itu sendiri. Sehingga mempengaruhi tujuan dan kebijakan operasional perusahaan.

Saat bekerja, banyak faktor yang mempengaruhi beban kerja antara lain, jam kerja yang terlalu berlebihan, tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan, kurang berpengalaman, kurangnya keterampilan dan waktu yang disediakan kurang optimal untuk dimanfaatkan.

Faktor ini menjadi penyebab target yang ditetapkan tidak tercapai dan produktivitas kerja menurun, akhirnya berimbas pada prestasi kerja.

Dalam penelitian hasil kolaborasi antara Andi Riyanto, Agung Wibowo, Amin Setio Lestiningsih yang merupakan dosen Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) dengan Galih Respati dosen STIE Pasim Sukabumi meneliti mengenai investigasi empirik determinasi beban kerja, dalam meningkatkan prestasi dan produktivitas kerja pada sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang distributor dan pemasaran produk-produk Bintang Toedjoe di Sukabumi.

Pada penelitian ini, menggunakan metode deskriktif dengan pendekatan kuantitatif serta teknik pengumpulan data berupa penyebaran kuesioner pada 120 karyawan di perusahaan tersebut.

Dalam pengujiannya, beban kerja sebagian mempengaruhi kinerja dan produktivitas kerja. Selain itu, beban kerja juga memiliki dampak simultan terhadap kinerja dan produktivitas kerja. Hal ini terlihat pada target penjualan bulanan di tahun 2020, yang banyak tidak terpenuhi. Sehingga beban kerja karyawan di tahun 2020 sangat tinggi dan berdampak pada prestasi kerja juga produktivitas.

Hal ini dapat dimaklumi, karena salah satu penyebab tidak tercapainya target penjualan adalah merebaknya pandemi Covid-19 di seluruh dunia, termasuk Indonesia, sejak awal tahun 2020. Hal itu menghambat laju perekonomian, dan menyebabkan penurunan daya beli masyarakat, sedangkan beban kerja pegawai tetap.

Baca juga: Tips dan Trik Aman Bertransaksi Digital

Dengan kemampuan pihak manajemen dalam mengelola SDM yang baik, terutama pemberian jam kerja yang tidak berlebihan, diharapkan target penjualan dapat tercapai dan pihak manajemen dapat menerapkan kebijakan yang tepat bagi beban kerja karyawan pada periode yang akan datang.

Sehingga dapat ditarik kesimpulan, pemilihan jam kerja yang sesuai serta tidak berlebihan tentu akan membawa dampak yang baik bagi peningkatan produktivitas kerja serta prestasi kerja dari masing-masing pekerja. Jika pekerja merasa bahagia dan nyaman dengan pekerjaannya, dimana mereka tidak terbebani dengan jam kerja yang berlebihan tentu membawa mereka untuk lebih giat mempersembahkan hasil terbaik untuk perusahaannya.

Hasil dari penelitian dosen Universitas BSI ini, juga bisa menjadi tolak ukur bagi perusahaan, untuk menetapkan beban kerja yang efektif. (UMF)

Leave A Reply

Your email address will not be published.