Pembekalan PEKERTI Bagi Dosen Universitas BSI

0 30

JAKARTA, BSINews – Pembekalan PEKERTI untuk dosen sebagai ujung tombak perguruan tinggi, dituntut untuk terus menghasilkan inovasi berkaitan dengan proses pembelajaran, maupun media pembelajaran. Inovasi yang dilakukan tidak terlepas dari UU No 14 Tahun 2005 tentang dosen dan guru yang menegaskan bahwa guru dan dosen wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik serta memenuhi kualifikasi lain untuk menunjang pekerjaannya.

Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) berkolaborasi dengan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) untuk memfasilitasi para dosennya yang belum tersertifikasi, melakukan Pembekalan Pelatihan Teknik Instruksional (PEKERTI), Sabtu (18/12) dengan menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya, yakni Prof Dr Nadiroh, yang merupakan Penanggung jawab program Akreditasi Internasional AQAS Pascasarjana UNJ.

Baca juga: Universitas BSI Mengadakan Evaluasi Akademik dan Persiapan Perkuliahan

Pembekalan PEKERTI

Diah Puspitasari, wakil rektor Universitas BSI (Bina Sarana Informatika), melalui sambutan pembukaan acara pembekalan PEKERTI mengatakan, khusus untuk kompetensi pedagogik dosen, dapat diperoleh melalui pelatihan PEKERTI.

“Para dosen yang belum tersertifikasi, sebaiknya mengikuti PEKERTI yang sekarang menjadi salah satu syarat untuk mengikuti tahapan sertifikasi dosen,” ujarnya, Sabtu (18/12).

Prof Dr Nadiroh menyampaikan bahwa dosen terikat dengan etika profesi serta landasan dan sistem regulasi di perguruan tinggi.

“Etika profesi ini melingkupi landasan filosofis dan ideologis, dalam arti adanya integrasi pedagogik, kepribadian yang menyatu dalam diri dosen, kedua landasan konstitusional yang mengacu pada ideologi negara yaitu Pancasila dan landasan operasional,” paparnya.

Baca juga: Dosen Universitas BSI Tingkatkan Keahlian Perangkat Desa di Bidang Teknologi Informasi

Sedangkan, lanjutnya, landasan dan sistem regulasi di perguruan tinggi mencakup Pancasila dan UUD 1945. UU Sistem Pendidikan Nasional, PERMENDIKBUD No. 3 Tahun 2020 (SNPT), PP No. 57 tentang SNP dan Peraturan Presiden No. 8 Tahun Tahun 2012.

“Sebelum dosen membuat RPS (Rencana Pembelajaran Semester) mata kuliah, terlebih dahulu harus pahami capaian pembelajaran (CPL) serta capaian mata kuliah (CPMK). Pemahaman CPL serta CPMK, tetap mengacu pada kurikulum OBE (Outcome-Based Education) yang sekarang diterapkan di semua perguruan tinggi di Indonesia,” tegasnya. (UMF)

Leave A Reply

Your email address will not be published.