Prodi Sistem Informasi Akuntansi Gelar Workshop Pembekalan Uji Profisiensi Sistem Basis Data

0 69

BSINews, Jakarta – Demi meningkatkan kualitas lulusan yang memiliki daya saing tinggi, Program Studi (prodi) Sistem Infromasi Akuntansi (SIA), Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) mengadakan workshop pembekalan uji profisiensi sistem basis data. Acara ini digelar untuk mahasiswa, yang berlangsung secara daring melalui zoom pada Kamis (21/1) silam, pukul 15.00 -17.00 WIB.

Adi Supriyatna, selaku Kaprodi Sistem Informasi Akuntansi mengatakan bahwa, kegiatan ini sebagai upaya dalam meningkatkan kualitas lulusan sistem informasi akuntansi Universitas BSI. Adanya pembekalan tersebut, agar mahasiswa yang akan mengikuti uji sertifikasi kompetensi sistem basis data dapat memiliki gambaran bagaimana ujian sertifikasi digelar.

Baca Juga : Universitas BSI Kampus Bogor Sukses Gelar Workshop Pembekalan Uji Profisiensi Sistem Basis Data

“Tujuan kegiatan ini sebagai pembekalan kepada para mahasiswa yang akan mengikuti uji sertifikasi kompetensi sistem basis data yang akan diadakan program studi bekerja sama dengan PT. Preinexus. Tentu saja ini adalah salah satu upaya dalam meningkatkan kualitas lulusan dari prodi sistem informasi akuntansi,” ujar Adi dalam sambutannya, Selasa (25/1).

Ia juga berharap, melalui kegiatan pembekalan ini, para peserta akan lebih siap dalam mengikuti uji sertifikasi yang akan diikuti. Sehingga, semua peserta nantinya, akan dinyatakan kompeten dan diakui keilmuannya sesuai dengan bidang uji sertifikasi yang diikutinya.

Baca Juga : Universitas BSI Selenggarakan Workshop Pengelolaan Jurnal Ilmiah

Sementara itu, Dede Firmansyah Saefudin, selaku narasumber menjelaskan bahwa, untuk mengikuti ujian sertifikasi kompetensi sistem basis data in, mahasiswa harus memiliki kemampuan dalam bidang ilmu basis data.

“Mahasiswa harus memahami seluk beluk sistem basis data, implementasi basis data serta komponen apa saja yang digunakan termasuk penggunaan bahasa SQL seperti DDL, DML. Mahasiswa juga dituntut untuk memecahkan studi kasus, yakni membuat basis data dan mengimplementasikan secara langsung kedalam studi kasus tersebut,” tutup Dede.

Leave A Reply

Your email address will not be published.