Mengenal Fungsi Digital Marketing Bagi Sektor Pendidikan

0 507

BSINews, Jakarta – Semua sektor usaha yang ada, kini tak terlepas dari peran digital marketing, termasuk dalam bidang pendidikan. Seperti yang dimanfaatkan oleh salah satu perguruan tinggi swasta, yaitu Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) hingga menjadi sebesar ini.

Melalui webinar yang mengusung tema ‘Kepala Sekolah Masa Kini, Semakin Cakap dan Cerdas Digital’ pada Senin (31/1), Achmad Baroqah Pohan selaku kepala bagian marketing and communication (Marcom) Universitas BSI membagikan keilmuannya dalam kegiatan bersama Dinas Pendidikan Jakarta Pusat wilayah 2.

Baca Juga: Pemanfaatan Digital Marketing di Era Digitalisasi

“Indonesia saat ini didominasi generasi Z dan milenial. Itulah kenapa Indonesia menyatakan siap menjadi negara maju di tahun 2040, karena Indonesia akan memiliki generasi-generasi produktif di tahun 2040,” tutur Achmad dalam paparan materinya, Senin (31/1).

Ia mengatakan, saat ini jumlah penduduk Indonesia hampir setengahnya itu adalah dari generasi milenial dan generasi Z.

“Generasi milenial dan Z sebenarnya memiliki kesamaan, namun generasi Z itu sangat peka dengan perkembangan teknologi dibandingkan generasi milenial,” ujarnya.

Dalam digital marketing, Universitas BSI mengambil peluang dari uniknya generasi z, melalui incakap yaitu internet, cerdas, kreatif, dan produktif.

“Dengan internet, kami menggunakan infrastructure protective hingga self protective. Ini menjawab keresahan yang belum lama terjadi melalui Ghozali dengan NFTnya. Jangan sampai siswa/i yang tidak begitu paham teorinya, terjebak dengan membagikan foto-foto dokumen pribadi ke intenet,” jelasnya.

Lanjutnya, yaitu cerdas dalam memanfaatkan internet secara baik dalam arti tepat guna, aman sesuai etika, budaya, dan norma yang berlaku.

“Ada bahaya tersembunyi di dunia maya, seperti cyberbullying, cyber fraud, porn, cyber gambling dan cyber stalking,” paparnya.

Ia menyampaikan, bijak dalam bermedia sosial juga penting dalam pemanfaatan digital marketing, salah satunya untuk tidak menyebarkan berita bohong atau hoax.

“Untuk mendeteksi dini berita hoax diantaranya yaitu dengan mengecek alamat url, cek situs tersebut melalui contact atau about, cek dengan media lainnya, cari tahu siapa penulis dan narasumbernya, hindari berita yang menyasar emosional, dan ketahui penulisan beritanya,” bebernya.

Baca Juga : Manfaatkan Digital Marketing Pasca Pandemi, Untuk Dapetin Cuan

Kemudian dalam incakap, juga terdapat kreativitas, yakni menciptakan karya baru yang berpotensi memberikan manfaat dan nilai tambah.

“Terakhir dalam incakap yaitu produktif, di mana mendapatkan atau memberikan manfaat yang maksimal dari penggunaan teknologi dan internet, untuk diri sendiri dan orang lain,” tandasnya. (RDX)

Leave A Reply

Your email address will not be published.