Dukung Percepatan Vaksinasi, Universitas BSI Kampus Karawang Terlibat Dalam Sentra Vaksinasi

0 50

CIKAMPEK, BSINews – Kasus Covi-19 yang kembali merebak, membuat masyarakat harus tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat. Selain itu, upaya vaksinasi dari pemerintahp pun, semakin gencar juga dengan mengharuskannya vaksin booster.

Edaran vaksinasi ini, juga harus dilakukan sampai ke daerah-daerah terdalam, tanpa kecuali. Kesadaran lembaga pendidikan, juga sangat membantu dalam mendukung upaya percepatan vaksinasi dari pemerintah ini.

Seperti Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) kampus Cikampek, yang telah menggelar vaksinasi pada Rabu (9/2), kemarin.

Baca Juga : Universitas BSI Kampus Margonda Sukseskan Vaksinasi Merdeka

Kegiatan ini berhasil digelar atas kerja sama dengan pihak Puskesmas Jomin, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang.

Kegiatan vaksinasi ini juga di inisiasi dari Program Studi Sistem Informasi Akuntansi Universitas BSI kampus Cikampek dan kampus Karawang. Selain itu, prodi Universitas BSI kampus Karawang, juga memanfaatkan momen ini dengan gelaran pengabdian kepada masyarakat, akna pentingnya vaksinasi booster atau tahap tiga.

Kaprodi Sistem Informasi Akuntansi Universitas BSI kampus Karawang, Dede Firmansyah Saefudin mengatakan, kegiatan ini sebagai salah satu pengabdian kepada masyarakat sebagai salah satu dari tri dharma perguruan tinggi. Vaksinasi booster ini, juga melibatkan beberapa mahasiswa yang berasal dari prodi tersebut, untuk membantu para tenaga kesehatan.

“Setiap semester dosen dan mahasiswa menyelenggarakan pengabdian masyarakat, adapun tema yang dipilih disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat atau mitra pada saat itu. Karena sekarang pandemi, kami bermaksud membantu program pemerintah dengan mengadakan sentra vaksinasi agar warga sehat imun kuat lawan virus,” tutur Dede, Rabu (9/2).

“Vaksinasi ini berhasil mengundang perhatian masyarakat. Tercatat sebanyak 131 orang menjadi peserta atau sasaran vaksinasi. Peserta sebagian besar berasal dari kelompok warga masyarakat umum, 40 persen lainnya merupakan dosen, staf, mahasiswa, dan alumni Universitas BSI,” pungkasnya.

Ia menjelaskan, jenis vaksinasi yang diberikan yakni dosis untuk anak usia 6 – 11 tahun adalah vaksin Sinovac. Sedangkan jenis vaksin untuk orang dewasa dosis pertama, menggunakan jenis vaksin AstraZeneca, dosis kedua disesuaikan dengan yang diterima dosis pertama. Kemudian untuk booster atau dosis ketiga menggunakan jenis vaksin AstraZeneca.

“Panitia menginformasikan bahwa sebagian besar permintaan warga adalah vaksin booster. Tahapan vaksinasi yang diikuti peserta meliputi registrasi, screening kondisi tubuh, disuntik vaksin, observasi, pencatatan dan pencetakan hasil,” jelasnya.

Di samping itu, ketua panitia kegiatan sentra vaksinasi Universitas BSI kampus Karawang Lukmanul Hakim, mengatakan kegiatan ini direncanakan kurang dari seminggu.

“Begitu kami menghadap dinas kesehatan awal Februari, kami diinstruksikan agar kegiatan ini segera dilaksanakan dalam tiga atau empat hari kedepan mengingat Indonesia diprediksi akan segera masuki gelombang ketiga pandemi Covid-19,” katanya.

Lanjutnya, meskipun waktu sosialisasi hanya dua hari, Universitas BSI didukung oleh pemerintah desa dan kecamatan, RT/RW dan DKM (Dewan Kemakmuran Masjid) setempat, sehingga vaksinasi tersosialisasikan dengan baik ke warga sekitar.

Sementara itu, beberapa mahasiswa yang terlibat, menyatakan kegembiraanya, sebab dapat berkontribusi dalam kegiatan kemanusiaan ini.

Anggun Nurjanah salah satu mahasiswi yang bertugas mendampingi tenaga kesehatan di ruang screening, mengaku senang terlibat dalam kepanitiaan.

“Kegiatan ini memberikan banyak pengalaman, mulai dari belajar berkomunikasi, berempati, dan berkerja sama. Saya juga senang menjadi bagian dari gerakan nyata mengatasi pandemi,” ucap Anggun.

Baca Juga : Universitas BSI Buka Sentra Vaksinasi Booster

Lain halnya dengan pengalaman Rizki Dwiyulianto, mahasiswa yang bertugas di ruang observasi, mengatakan bahwa ditahapan observasi ditugaskan menginput data kartu kendali dan mencetak hasilnya.

“Saya dituntut untuk teliti membaca data dan menginputnya dengan benar. Saya belajar konsentrasi, fokus dan bekerja cepat namun akurat. Meskipun capek, saya senang terjun langsung melayani masyarakat,” tandasnya.(ACH)

Leave A Reply

Your email address will not be published.