Lembaga Bahasa Universitas BSI Adakan Studi Banding dengan Pusat Bahasa UGM

0 18

JAKARTA, BSINews – Studi banding merupakan suatu kegiatan yang dilakukan dengan tujuan menambah wawasan dan pengetahuan yang akan diterapkan kedepannya untuk menjadi lebih baik.

Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat, Lembaga Bahasa Universitas BSI (Bina Sarana Informatika), melakukan studi banding ke Pusat Bahasa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (UGM), pada Rabu (9/2) lalu.

Baca Juga : Lembaga Bahasa Universitas BSI Ingin Terapkan Program WWE

Studi Banding Lembaga Bahasa

Studi banding ini, disambut baik dan dihadiri langsung oleh Prof Dr Wening Udasmoro, selaku ketua Pusat Bahasa Fakultas Ilmu Budaya UGM.

Prof Wening menyampaikan, dalam pembuatan soal di Pusat Bahasa UGM melibatkan para native speaker yang kompeten dalam bidang akademiknya masing-masing.

“Dalam manajemen soal, tentunya harus dilakukan review secara cermat oleh reviewer andal, guna memastikan soal-soal tersebut layak diberikan ke test taker dan memastikan tidak adanya miss-spelling atau typo di dalam soal,” kata Wening, Kamis (9/2).

Ia memaparkan, soal yang telah di review, kemudian akan dilanjutkan ke implementasi teknologi tepat guna yang dapat diakses oleh test taker.

Sementara itu, ketua Lembaga Bahasa Universitas BSI, Jimmi mengatakan bahwa, studi banding ini bertujuan untuk memperoleh infomasi yang lebih detil terkait dengan manajemen pengelolaan Pusat Bahasa UGM.

“Hal tersebut dimulai dari informasi terkait struktur SDM, mutu soal (quality assurance), manajemen soal, penerapan teknologi di dalam pengelolaan pusat bahasa, serta bagaimana mekanisme penilaian dari tes kompetensi bahasa inggris seperti TOEFL & Academic English Profeciency Test (AcEPT),” tutur Jimmi, Rabu (9/2).

Baca juga : Tingkatkan Kualitas, Program Studi Sastra Inggris Laksanakan AMI 2022

Jimmi mengatakan, hasil yang didapatkan dari studi banding ke Pusat Bahasa UGM ini menjelaskan bahwa, SDM yang matang dan profesional dalam setiap kompetensi bidang akan dapat menentukan keberhasilan dari suatu Lembaga.

“Selain itu pula, SDM harus memiliki dedikasi yang tinggi dan kuat dalam pengelolaan suatu lembaga bahasa,” pungkasnya.

Ia menjelaskan, soal-soal yang digunakan dalam pengujian kompetensi haruslah memiliki mutu soal (Quality Assurance) yang baik, ketat dan tentunya harus selalu dilakukan pembaharuan soal setiap setahun sekali agar kualitas soal tetap terbarukan dan terjaga mutu soalnya. (Dinar)

Leave A Reply

Your email address will not be published.