Dosen Universitas BSI Terpilih Sebagai Dosen Pendamping Lapangan Kampus Mengajar 3

0 26

BEKASI, BSINews – Kampus mengajar merupakan bagian dari program MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) yang bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa belajar dan mengembangkan diri melalui aktivitas di luar kelas perkuliahan.

Program ini merupakan transformasi dari program kampus mengajar perintis yang bertujuan untuk memberikan solusi bagi Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Baca Juga : Mahasiswa Universitas BSI Sukabumi Lolos Program MBKM

Terutama yang terdampak pandemi dengan memberdayakan para mahasiswa yang berdomisili di sekitar wilayah sekolah untuk membantu para guru dan kepala sekolah dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran di tengah pandemi Covid-19.

Pada program yang ke-3 ini, sebanyak 16.376 mahasiswa perguruan tinggi yang berhasil lolos seleksi dan sudah ditugaskan di seluruh wilayah provinsi, kota dan kabupaten yang ada di seluruh Indonesia.

Dalam kesempatan ini, ketua prodi Sistem Informasi Akuntansi Universitas BSI kampus Karawang, Dede Firmansyah Saefudin terpilih sebagai dosen pendamping lapangan yang membimbing lima mahasiswa dari berbagai universitas.

“Ada beberapa tahapan dalam kegiatan kampus mengajar 3 ini, diantaranya koordinasi dengan dinas pendidikan Kabupaten Bekasi untuk mendapatkan izin dari dinas setempat,” ujar Dede, Rabu (2/3).

Lanjutnya, Dede bersama mahasiswa bimbingan kampus mengajar 3 melakukan pelepasan kepada pihak sekolah sasaran yaitu di SDN Satria Mekar 02 yang beralamat Jl. Raya Pisangan, Satriamekar, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

“Dalam kegiatan ini, kami melakukan koordinasi dan sekaligus penerjunan serta observasi pada sekolah sasaran tersebut. Di sini kami disambut baik oleh perwakilan kepala SDN Satria Mekar 02 yaitu bapak Hernawan,” ungkapnya.

Dalam lepas mahasiswa, ia menjelaskan maksud dan tujuannya ke sana yaitu untuk memberikan dukungan pembelajaran kepada pihak sekolah. Terutama untuk asistensi pengajaran bagi murid-murid sekolah tersebut dan kolaborasi antara guru dengan mahasiswa.

“Tentunya melalui metode-metode pembelajaran yang sesuai dengan latar belakang program studi masing-masing dari mahasiswa, serta meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa sekolah tersebut,” paparnya.

Sementara itu, Hernawan selaku Kepala Sekolah SDN Satria Mekar 02 mengaku sangat senang atas program pemerintah tersebut. Sebab dapat membantu sesi pembelajaran luring yang saat ini diterapkan yaitu 50% kapasitas murid-murid yang hadir.

Baca Juga : Mahasiswa Universitas BSI, Yuk Ikuti Program MBKM BRIN

“Saat ini kami sedikit kesulitan terkait penerapan teknologi yang ada di sekolah, seperti persiapan menghadapi ujian UNBK yang mengharuskan siswa mengisi jawaban yang ada di layar komputer,” ujar Hernawan, Rabu (2/3) lalu.

Lanjutnya, ketika mengoperasikan komputer, tidak sedikit siswa/i kurang memahami. Semoga dengan adanya program ini, cukup banyak yang bisa diselesaikan terkait pembelajaran serta sarana dan prasarana yang mungkin bisa dijadikan bahan untuk pelaporan ke dinas pendidikan.(ACH)

Leave A Reply

Your email address will not be published.