Dosen Universitas BSI Gelar Sosialisasi Peran Guru Guna Mengatasi Pembelajaran Siswa Berkebutuhan Khusus

0 65

Jakarta, BSINews – Semua orang berhak meraih pendidikan yang sama, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus. Namun adanya pandemi covid-19 yang membuat sistem pembelajaran diganti menjadi daring, menyebabkan anak harus diperhatikan secara ketat. Hal ini membuat dosen Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) mengadakan pengabdian masyarakat (PM) berupa pelatihan mengenai sosialisasi peran guru dan penanganan dalam mengatasi kesulitas pembelajaran jarak jauh bagi siswa berkebutuhan khusus di era pandemi covid-19 pada MTs Al-Muhajirin, pada Minggu (6/3) silam.

Agustiena Merdekawati selaku ketua pelaksana PM Universitas BSI mengungkapkan bahwa anak  harus mendapatkan kesempatan belajar yang sama selama pandemi. Sehingga, guru harus mengetahui bagaimana mengajar anak berkebutuhan  secara daring.

Baca juga :Workshop Pembelajaran Komputer Dasar Untuk Kader PKK Di Kelurahan Bambu Apus

“Berbagai kendala yang mungkin dihadapi oleh guru dalam mengajar anak didik secara daring adalah masalah emosi dan motivasi belajar anak yang tidak mendukung. Jika di sekolah, para guru bisa berperan langsung mengatasi anak didik, namun sangat berbeda ketika semua diterapkan secara daring. Sehingga melalui sosialisasi ini, kami mengajak para guru untuk memahami bagaimana memberikan pembelajaran yang cocok untuk mereka,” ungkapnya.

Pembelajaran Siswa Berkebutuhan Khusus

Sementara itu, Andrie Kurniawan selaku tutor menjelaskan bahwa guru harus berkolaborasi dengan orang tua peserta didik, sehingga proses pembelajaran anak  dapat berjalan sesuai harapan. Namun, adakalanya beberapa orang tua lebih mempercayakan anaknya kepada sekolah. Hal inilah yang menjadi pemicu utama pembelajaran daring untuk anak  menjadi gagal.

Baca juga : Strategi Pemanfaatan Tiktok Marketing untuk Bangun Bisnis Online

“Para guru harus bisa menjaga silaturahmi terhadap anak  selama virtual, mulai dari menanyakan kabar, saling bertukar cerita atau mendengarkan semua kegiatan anak-anak. Dari semua kegiatan ini, akan membuat anak-anak merasa tetap terhubung sama lain dan tidak kesepian,” tutupnya. (LAG) 

Leave A Reply

Your email address will not be published.