Dosen Universitas BSI Gelar Sosialisasi Peran Guru, Atasi Pembelajaran Siswa Berkebutuhan Khusus

0 2

JAKARTA, BSINews – Semua orang berhak meraih pendidikan yang sama, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus. Namun adanya pandemi covid-19 yang membuat sistem pembelajaran diganti menjadi daring, menyebabkan anak berkebutuhan khusus harus diperhatikan secara ketat.

Hal ini membuat dosen Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) mengadakan pengabdian masyarakat berupa pelatihan mengenai sosialisasi peran guru dan penanganan dalam mengatasi kesulitas pembelajaran jarak jauh bagi siswa berkebutuhan khusus di era pandemi Covid-19 pada MTs Al-Muhajirin, pada Minggu (6/3) kemarin.

Baca Juga : Pentingnya Roadmap Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Agustiena Merdekawati selaku ketua pelaksana mengungkapkan bahwa anak berkebutuhan khusus harus mendapatkan kesempatan belajar yang sama selama pandemi. Sehingga, guru harus mengetahui bagaimana mengajar anak berkebutuhan khusus secara daring.

“Berbagai kendala yang mungkin dihadapi oleh guru dalam mengajar anak didik secara daring adalah masalah emosi dan motivasi belajar anak yang tidak mendukung. Jika di sekolah, para guru bisa berperan langsung mengatasi anak didik, namun sangat berbeda ketika semua diterapkan secara daring. Sehingga melalui sosialisasi ini, kami mengajak para guru untuk memahami bagaimana memberikan pembelajaran yang cocok untuk mereka,” ungkapnya.

Sementara itu, Andrie Kurniawan selaku tutor menjelaskan bahwa guru harus berkolaborasi dengan orang tua peserta didik, sehingga proses pembelajaran anak berkebutuhan khusus dapat berjalan sesuai harapan.

Baca Juga : Tingkatkan Pengabdian Masyarakat, FEB Universitas BSI Gelar Sosialisasi

Namun, adakalanya beberapa orang tua lebih mempercayakan anaknya kepada sekolah. Hal inilah yang menjadi pemicu utama pembelajaran daring untuk anak berkebutuhan khusus menjadi gagal.

“Para guru harus bisa menjaga silaturahmi terhadap anak berkebutuhan khusus selama virtual, mulai dari menanyakan kabar, saling bertukar cerita atau mendengarkan semua kegiatan anak-anak. Dari semua kegiatan ini, akan membuat anak-anak merasa tetap terhubung sama lain dan tidak kesepian,” tutupnya.(LAG)

Leave A Reply

Your email address will not be published.