Tips dan Trik Belajar Percakapan Gunakan Bahasa Inggris

0 257

Tangerang, BSINews – Pengabdian Masyarakat (PM) merupakan salah satu unsur dalam kegiatan tri dharma perguruan tinggi dan bersifat wajib dilaksanakan oleh semua tenaga pendidik di tingkat perguruan tinggi, tak terkecuali para dosen di Universitas BSI (Bina Sarana Informatika).

PM yang berfokus pada pelatihan percakapan bahasa inggris kepada peserta pesantren kilat di Mushola Al-Hidayah Kota Tangerang berlangsung pada 16 – 17 April 2022, melibatkan beberapa orang dosen, antara lain M. Ariyudha Rio Satriabudhi selaku ketua pelaksana serta dua anggota, yaitu Frida Aprillia dan Alan Budi Kusuma.

Kegiatan PM ini pun melibatkan lima mahasiswa dari program studi Sastra Inggris Universitas BSI diantaranya Indri Rahmawati, Oktavia Wiliyani, Putri Mulia Mayranada, Ratri Mirza Dewandari, dan Rizka Amelia.

Baca juga: Dosen Universitas BSI Dorong Remaja Masjid Jami’ Al Muttaqin Aktif Berbahasa Inggris

Kegiatan ini dilakukan secara tatap muka langsung selama 2 hari. Pada hari pertama, Ariyudha selaku ketua pelaksana PM bersama seluruh anggota hadir di Mushola Al-Hidayah untuk memberikan pelatihan kepada peserta pesantren kilat yang berusia remaja dari tingkat SMP-SMA.

Kegiatan hari pertama ini dibuka oleh Ariyudha dan dilanjutkan dengan pemaparan materi pelatihan oleh Frida Aprillia. Ia membahas tentang dengan susunan definisi percakapan bahasa inggris, motif bercakap dalam bahasa inggris, manfaat bercakap dalam bahasa inggris, hal yang dihindari ketika bercakap bahasa inggris, dan tips dan trick dalam percakapan bahasa inggris.

“Bercakap dalam Bahasa Inggris merupakan salah satu hal yang harus mampu dikuasai oleh bukan penutur asli atau non-native speaker dalam era globalisasi saat ini,” tutur Frida, Sabtu (16/4).

Ia mengatakan, hal ini dikarenakan perkembangan zaman menuntut semua agar mampu berkomunikasi dengan masyarakat yang menggunakan Bahasa asing.

Baca juga: Dosen Universitas BSI Ajak Pelajar Pahami Bahasa Inggris Lewat Identifikasi Topic

Kemudian pada hari kedua, pelatihan menyasar kepada peserta pesantren kilat yang berusia anak-anak atau tingkat SD. Ariyudha sebagai pemateri menerangkan tentang cara perkenalan dalam bahasa inggris, meliputi fungsi perkenalan dalam bahasa inggris, susunan kalimat dalam perkenalan berbahasa inggris, dan unjuk kerja peserta dalam memperkenalkan dirinya dalam bahasa inggris.

Pelatihan Percakapan Bahasa Inggris

“Maka dari itu, bahasa inggris menjadi salah satu media yang bisa digunakan dalam berkomunikasi. Pengembangan Masyarakat yang diberikan kepada peserta pesantren kilat ini merupakan salah satu wujud pengabdian para dosen Universitas BSI dalam meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris, khususnya dalam berbicara bagi para peserta pesantren kilat di Mushola Al-Hidayah,” pungkas Ariyudha, Minggu, (17/4).

Lanjutnya, dalam pelatihan percakapan bahasa inggris para peserta dibekali dengan teknik dasar bagaimana cara bercakap dalam bahasa inggris, sehingga mereka pada akhirnya mampu memaksimalkan potensi kemampuan bahasa inggrisnya dalam konteks komunikasi di masyarakat.

“Pola pengembangan kemampuan bercakap dalam bahasa inggris pada program PM ini menitik beratkan pada kepercayaan diri peserta dalam menggunakan bahasa inggris sebagai media komunikasi,” ujarnya.

Baca juga: Pelatihan Percakapan Bahasa Inggris Untuk Karang Taruna

Ia menambahkan, hal ini dilakukan agar para peserta yang notabene bukan penutur asli bahasa inggris, mampu mengeksplor dirinya untuk bisa mulai berbicara dalam bahasa inggris.

“Selain itu, peserta pelatihan diberikan motivasi berupa manfaat-manfaat yang mereka bisa dapatkan ketika mampu bercakap dalam bahasa inggris,” tukasnya.

Lebih lanjut, para peserta dibekali dengan arahan-arahan mengenai beberapa hal yang tidak boileh dilakukan ketika bercakap dalam bahasa inggris.

“PM dari Universitas BSI ini diakhiri dengan menyampaikan informasi berupa tips dan trik untuk berbicara dalam bahasa inggris dengan tiga cara, yaitu rileks, berlatih, dan mencoba. Dalam kegiatan inti pelatihan pun, para peserta juga diminta untuk melakukan unjuk kerja atau perform berbicara dalam bahasa inggris,” tandasnya.(ACH)

Leave A Reply

Your email address will not be published.