Seminar Program Studi Sistem Informasi Sukses Digelar

0 52

Jakarta, BSINews–Seminar program studi (prodi) Sistem Informasi dengan tema Tren & Technology, Decision Support System (DSS) sukses digelar. Acara bertempat di aula kampus utama Universitas BSI kampus Kramat Raya no 98, secara hybrid pada Rabu (29/6).

Kegiatan seminar program studi Sistem Informasi ini untuk mahasiswa Universitas BSI kampus utama dan mahasiswa Universitas BSI kampus Sukabumi. Narasumber yang hadir yakni alumni Universitas BSI kampus Sukabumi, M Syahril Ramdhan selaku founder PT Syra Digitalisasi Dunia, Sriyadi selaku kaprodi Sistem Informasi. Moderator acara Fernando B Siahaan.

Baca juga: Seminar Entrepreneur Universitas BSI Lahirkan Wiramuda Kreatif

Seminar Program Studi Sistem Informasi

Dalam sambutannya, Sriyadi mengatakan bahwa kunci sukses mahasiswa sistem informasi dalam mendapatkan peluang kerja dengan action dan motivasi, peka terhadap perkembangan teknologi yang ada saat ini.

“Selaras dengan moto pada seminar kali ini yakni h2n, hadapi, hayati dan nikmati,” katanya.

Ia menjelaskan artinya dalam moto ini mahasiswa harus berani dalam menjawab permasalahan, misal mampu mengerjakan tugas khususnya yang berbasis projek dengan sebaik-baiknya dan mampu mengikuti lomba-lomba di bidang teknologi, baik di lingkungan kampus ataupun di luar kampus.

“Apabila mahasiswa mampu menjawab dan membuktikan tantangan tersebut dengan bukti adanya penghargaan sebagai juara dalam lomba yang diselenggarakan maka mahasiswa sistem informasi mampu bersaing dengan perguruan tinggi lain dalam teknologi,” tandasnya.

Ia pun berharap adanya seminar ini dapat membuka cakrawala berpikir mahasiswa untuk menyikapi dengan kritis dan mampu menjawab dengan melakukan aksi (action) sebagai respon positif dalam menjawab permasalahan yang dihadapi.

“Dengan seminar program studi ini cakrawala wawasan mahasiswa akan bertambah luas dan siap hadapi segala tantangan masa depan,” tegasnya.

Sementara itu, Syahril Ramdhan menjelaskan tentang revolusi industri dan trend teknologi saat ini, dimulai dari revolusi industri 1.0, 2.0, 3.0 dan 4.0.

“Pada revolusi industri 4.0 di bidang teknologi seperti internet of thing (iot), augmented reality (ar) dan big data. Revolusi industri ini dimulai pada abad ke-18 yang terjadi di Inggris,” katanya.

Revolusi industri, terangnya memanfaatkan teknologi untuk menggantikan peran manusia sebagai sumber daya agar mendapatkan hasil yang lebih maksimal.

“Untuk itu diperlukan peran sistem penunjang keputusan (spk) atau dikenal dengan decision support system (dss) dalam membantu organisasi atau perusahaan dalam mengambil keputusan,” jelasnya.

Baca juga: Prodi Sistem Informasi Kampus Tegal Gelar Sosialisasi Program Capstone Project

Ia menyebutkan ada beberapa faktor penentu dalam pengambilan keputusan yaitu teknologi baru, aktivitas yang kompleks, ekonomi global dan regulasi pemerintah.

“Pentingnya organisasi dalam mengambil keputusan yang tepat akan menentukan arah bisnis yang akan diambil dan resiko yang dihadapi cukup besar, apabila organisasi salah dalam mengambil keputusan maka akan merugikan organisasi sendiri misalnya organisasi tersebut jadi gulung tikar,” ungkapnya. (UMF)

Leave A Reply

Your email address will not be published.