Deteksi Penyakit Diabetes dengan Ensemble Adaboost dan Bagging

0 49

Tegal, BSINews — Diabetes merupakan  penyakit yang menjadi  penyebab kebutaan, gagal   ginjal dan   serangan   jantung hingga   kematian. Menurut Organisasi  International  Diabetes Federation  (IDF) pada  tahun  2019 terdapat 463  juta orang  di  dunia  yang menderita diabetes.

Jumlah      tersebut      diprediksi meningkat  di  tahun  2030 sebesar  578  juta dan  akan  terus  bertambah  hingga 700  juta  di  tahun  2045.

Baca juga : Tips Asah Skill Komunikasi Untuk Persiapan Kerja

Bahkan menurut Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, negara Indonesia sendiri termasuk kedalam 10 negara dengan jumlah penderita diabetes tertinggi di dunia pada tahun 2019.

Diabetes memiliki beberapa jenis penyakit yang membutuhkan kemampuan ahli atau pakar, namun faktanya banyak orang terlambat mengetahui penyakit yang diderita sehingga ketika diperiksa keadaan sudah sangat parah.

Deteksi Penyakit Diabetes

Rousyati, Richky Faizal Amir, Amin Nur Rais, dan Eka Rahmawati yang merupakan dosen Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) melakukan penelitian guna mendeteksi penyakit diabetes dengan memaksimalkan penerapan teknologi informasi, yakni data mining.

Penelitian ini akan memprediksi Pima Indians diabetes database dengan ensemble adaboost dan bagging guna menghasilkan akurasi yang lebih tinggi dalam mendeteksi penyakit diabetes.

Penelitian ini mengimplementasikan data mining untuk memprediksi apa yang akan terjadi di masa depan, dengan membandingkan penggunaan ensemble adaboost dan bagging terhadap algoritma klasifikasi Naïve Bayes, Support Vector Machine (SVM) dan Decision Tree untuk menghasilkan nilai akurasi dan presisi terbaik dari dataset Pima Indians.

Baca juga : Strategi Tingkatkan Omzet dan Rezeki dengan Magnet Selling

Melalui penelitian ini, para pakar ataupun dokter dapat menafsirkan tentang penyakit diabetes dalam waktu yang cepat dan akurat. Sehingga penyakit diabetes dapat dideteksi sedari dini sebagai salah satu upaya pencegahan kondisi yang lebih kompleks. (LAG)

 

Penulis : Rousyati,  Dosen Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas BSI

Leave A Reply

Your email address will not be published.