Fotografi Tidak Sekadar Cekrek

0 156

BSINews, Jakarta–Kemampuan dasar produksi pesan dan pengelolaan visual semakin penting manakala era digital hadir dan membuat media arus utama bermigrasi ke platform berbasis internet. Media meninggalkan era kertas serta elektronik yang konvensional. Teknologi internet juga menghadirkan media sosial yang berujung pada tuntutan publik akan pesan tidak  hanya sekadar teks melainkan visual dalam hal ini foto.

Baca Juga: Fotografi Dasar Di Smartphone

Teknologi berbasis digital juga menggoda para produsen kamera analog turut serta memproduksi kamera digital. Bahkan produsen telepon genggam pun tidak mau kalah dan ikut menyematkan fitur kamera pada teleponnya.

 

Untuk itu, program studi ilmu komunikasi Universitas BSI (Bina sarana Informatika)  penting mengadakan rangkaian kegiatan peningkatan kemampuan fotografi kepada mahasiswa semester satu.

 

Rangkaian kegiatan fotografi ini untuk peningkatan kemampuan mahasiswa diawali dengan webminar fotografi yang diselenggarakan pada 7-8 November 2022.

 

Sebagai pembicara dalam webminar adalah praktisi sekaligus akademi fotografi Indonesia Firman Ichsan. Webminar yang mengambil tema fotografi era digital memberikan pemahaman mengenai masa depan fotografi baik di Indonesia maupun level dunia.

 

Firman yang juga menjadi ketua Indonesia Professional Photographer Association (IPPA) mengatakan bahwa adanya era digital mengubah semua aspek teknis dalam fotografi.

 

“Satu hal yang tidak berubah dari zaman kamera analog sampai kamera digital saat ini yaitu perencanaan. Untuk mendapatkan hasil foto yang berkualitas diperlukan perencanaan yang matang. Perencanaan meliputi aspek konsep foto, pesan yang akan disampaikan melalui foto tersebut, alat yang diperlukan bahkan sampai keselamatan dari fotografer itu sendiri,” jelas Firman Senin (7/11).

 

Ia juga memaparkan mengenai kecanggihan  kamera digital serta aplikasi edit foto yang ada sekarang ini semakin mempermudah fotographer untuk berkarya. Lebih jauh  Firman mengingatkan teknologi yang ada harus diimbangi dengan etika.

 

“Adanya teknologi terkadang menggoda melakukan cropping gambar untuk memprovokasi publik.  Teknologi juga memungkinkan untuk melakukan trik tipuan-tipuan,  serta plagiarisme dalam berkarya. Tapi hindari itu semua,” paparnya.

Baca Juga:Pelatihan 7 Teknik Fotografi Dalam Mendukung Entrepreneur Muda Pada Yayasan Pendidikan Islam Daarul Hasanah Jakarta

Sementara itu, Anisti Ketua Program Studi Komunikasi Universitas BSI menuturkan Implementasi dari tuntutan dunia kerja akan kemampuan SDM dalam memproduksi dan mengelola pesan visual menjadi alasan utama kegiatan ini diadakan.

 

“Kegiatan ini akan akan dilanjutkan dengan hunting foto out door serta sesi praktek foto studio tanggal 10 – 29 November 2022. Hunting foto dilakukan  di kawasan Kota Tua Jakarta bersama mentor praktisi,” tandasnya.  (RDX)

Leave A Reply

Your email address will not be published.