Prodi Teknologi Informasi Universitas BSI Adakan Seminar Teknologi

0 9

Jakarta, BSINews – Program Studi Teknologi Informasi Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) baru saja menggelar seminar teknologi yang dikhususkan bagi mahasiswa semester 1 prodi Teknologi Informasi di gedung Rektorat Universitas BSI, jalan Kramat 98, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (17/11).

Kegiatan yang menghadirkan peneliti pada Data and Information Preservation Research Group, Data Science and Information Research Center BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) yaitu Raden Muhammad Taufik Yuniantoro dan Ketua Program Studi Teknologi Informasi Universitas BSI Hendra Supendar ini dipandu oleh Tika Adilah.

Baca juga: Prodi Teknologi Informasi Memberikan Pembekalan Sertifikasi Cisco Network Security

Prodi Teknologi Informasi Beri Wawasan Baru Melalui Seminar Teknologi

Dalam sambutannya, Hendra menyampaikan tujuan dari seminar ini yakni untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa baru mengenai hal apa saja yang harus disiapkan dalam menghadapi transformasi digital.

“Mahasiswa Universitas BSI harus mau mempelajari teknologi yang sedang tren saat ini, seperti Artificial Technology, Internet of Thing, Data Science, Big Data Analytic terutama Cloud Computing,” tuturnya, Kamis (17/11).

Lanjutnya, karena di masa depan semua akan berbasis cloud. Mahasiswa bisa memanfaatkan program pemerintah Kampus Merdeka untuk mengasah kemampuan sesuai bakat dan minatnya.

Sementara itu, Taufik mengungkapkan bahwa pada tahun 2030 di Indonesia akan terjadi krisis talenta digital, mahasiswa harus menyiapkan diri agar tidak tergeser oleh orang asing. Ia juga menyampaikan bahwa hampir semua bidang dalam ekonomi kreatif butuh orang IT.

Baca juga: Prodi Teknologi Informasi Adakan Pembekalan Sertifikasi Cisco CCNA

“Disini lah peranan mahasiswa mau tidak mau harus mengembangkan dirinya menjadi sumber daya manusia yang memiliki berbagai keahlian untuk menjawab tantangan kemajuan dalam digital,” pungkasnya.

Dalam materinya, Taufik memperkenalan juga ISO/IEC 27001:2022 yakni standar untuk Pengendalian Keamanan Informasi yang menyediakan kumpulan referensi pengendalian keamanan informasi umum termasuk panduan implementasi. Hal ini diperlukan untuk menjaga aset digital dan data pribadi dimasa depan.(ACH)

Leave A Reply

Your email address will not be published.