Coaching Clinic Produksi Berita Prodi Ilkom, Jurnalistik : Mampu Wujudkan Perubahan Positif Masyarakat

0 49

BSINews, Jakarta–Saat ini jurnalistik menjadi pengetahuan fundamental pada komunikasi massa. Sebagai calon pegiat dibidang komunikasi publik, maka mahasiswa harus memahami esensi dari berita. Berita tidak hanya sebatas sekumpulan fakta yang bebas hoax. Jurnalistik menjadi pengetahuan strategis dimasa yang akan datang. Untuk itu perlu adanya peningkatan pengetahuan serta kemampuan mengenai jurnalistik bagi mahasiswa.

Baca Juga: Universitas BSI Undang David Rizal Sebagai Bentuk Dukungan Profesional SDM Penyiaran

Program studi (prodi) Ilmu Komunikasi Universitas BSI  (Bina Sarana Informatika) peminatan Broadcasting digital media membekali mahasiswanya dengan keterampilan jurnalistik khususnya produksi berita pada plaftorm berbasis digital dan televisi. Pembekalan tersebut dikemas dalam workshop dan coaching clinic produksi berita yang berlangsung di Aula Universitas BSI Kampus Kalimalang pada Kamis (24/11).

 

Hadir sebagai pengisi materi sekaligus memberikan coaching clinic yakni Dr. Safriady dan Gunawan, keduanya merupakan praktisi jurnalistik televisi.

 

Anisti  sebagai ketua program studi ilmu komunikasi Universitas BSI  menegaskan bahwa coaching clinic secara khusus diselenggarakan sebagai tindak lanjut dari mata kuliah jurnalistik dan produksi berita. Sebagai kampus digital kreatif, Ia juga menuturkan bahwa kegiatan ini sekaligus sebagai persiapan ujian simulasi digital news production untuk semester lima.

 

“Secara khusus coaching clinic diadakan sebagai pembekalan ujian simulasi mahasiswa. Kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan pengetahuan jurnalistik sebagai kemampuan strategis yang idealnya dimiliki oleh lulusan prodi ilmu komuniksi,” ujar Anisti, Kamis (24/11).

 

Sementara itu, Dr. Safriady mengakui bahwa hadirnya teknologi HP dengan berbasis media sosial membuat profesi jurnalis seolah terancam.

 

“Namun demikian sebenarnya masyarakat membutuhkan media yang memproduksi peristiwa dengan valid,” tutur Safriady.

 

Menurutnya, indikator berita yang baik adalah berita yang valid serta terhindar dari hoax serta mematuhi kaidah kode etik jurnalistik.

 

“Berita dikatakan valid dan baik apabila terbebas dari hoax, tidak melanggar regulasi yang berlaku serta taat dengan kode etik jurnalistik dan penyiaran serta bersifat konstruktif,” tambahnya.

Baca Juga: Mempersiapkan Diri Menjadi Profesional Di Bidang Penyiaran

Di sisi lain, Gunawan lebih menekankan pentingnya aspek visual dalam memproduksi berita pada media televisi. Ia juga menjelaskan mengenai konsep show it not only tell it.

 

“Berita televisi butuh gambar tidak hanya narasi saja. Namun demikian bukan berarti unsur suara atau audio tidak penting. Perlu diingat penonton media televsi butuh visual peristiwa. Justru keunggulan media televisi ada pada elemen gambar. Keterbatasan gambar bisa diantisipasi dengan penggunaan grafis,” tandasnya.  (RDX)

Leave A Reply

Your email address will not be published.