Prodi Teknik Industri Universitas BSI Lakukan Studi Banding ke Universitas Trisakti

0 223

Jakarta, BSINews — Program studi (prodi) Teknik Industri Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) melakukan kegiatan studi banding ke laboratorium prodi Teknik Industri Universitas Trisakti. Kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan informasi sebagai bahan benchmark dalam pengembangan prodi, yang dilaksanakan pada Senin (5/12/2022).

Baca juga : Mahasiswa Prodi Public Relation Lakukan Kunjungan Ilmiah ke Museum Penerangan TMII

Studi banding ini dilaksanakan langsung oleh Miwan Kurniawan Hidayat selaku ketua prodi (Kaprodi) Teknik industri, Ade Suryanto, Destiana Putri, dan Nova Pangastuti selaku staf prodi Teknik Industri dan Rachmat Komarudin selaku staf akademik Universitas BSI. Kegiatan studi banding ini, disambut baik oleh Dr Rina Fitriana yang merupakan Kaprodi Teknik Industri Universitas Trisakti.

Miwan mengungkapkan acara ini menjadi sarana tukar pikiran sekaligus mempelajari dan menambah wawasan serta mengembangkan kemampuan.

Prodi Teknik Industri Studi Banding ke Universitas Trisakti

“Selain itu, juga untuk belajar mengenai pengelolaan laboratorium Teknik industri di Universitas Trisakti dan pengelolaan internal jurusan,” ungkap Miwan dalam rilis yang diterima, Kamis (8/12/2022).

Menurutnya, Prodi Teknik Industri Universitas BSI memiliki beberapa misi diantaranya mengembangkan penelitian di bidang Teknik Industri sebagai upaya menciptakan karya-karya yang memberi sumbangsih untuk pengembangan ilmu pengetahuan.

Sementara itu, Rina Fitriana menyampaikan bahwa Teknik Industri Universitas Trisakti dalam pengembangan kurikulum telah dilakukan dengan rancangan yang berbasis outcome base education (OBE), Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), dan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Baca juga : Lembaga Bahasa Universitas BSI Adakan Studi Banding dengan Pusat Bahasa UGM

“Dalam memasuki era revolusi ke 4, era digital prodi Teknik Industri menghadapinya dengan VUCA yakni Visioner berani menghadapi ke depan, Understanding memahami apa yang terjadi, Clarity membuat membuat yang tidak jelas menjadi jelas, Agile responsive terhadap lingkungan,” tutupnya. (LAG)

Leave A Reply

Your email address will not be published.