Prodi Sistem Informasi Universitas BSI Kampus Bogor Gelar Workshop Quality Assurance

0 38

Bogor, BSINews — Program studi (prodi) Sistem Informasi, Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) kampus Bogor sukses menyelenggarakan Workshop Quality Assurance. Mengusung tema ‘Quality Assurance of Applications’, kegiatan ini digelar di Aula Universitas BSI Kampus Bogor Merdeka, pada Kamis (8/12/2022).

Baca juga : Buka Wawasan Mahasiswa dibidang IT, Universitas BSI Adakan Workshop Quality Assurance

Dipandu oleh Sunarti, pembicara yang dihadirkan ialah Yusuf Firdaus yang merupakan Programmer PT Asli Rancangan Indonesia. Kegiatan ini dihadiri pula oleh Dewi Ayur Nur Wulandari yang merupakan ketua prodi (Kaprodi) Sistem Informasi Universitas BSI kampus Bogor.

Dalam sambutannya, Dewi mengungkapkan bahwa kegiatan ini bermanfaat untuk menambah wawasan mahasiswa yang dapat menjadi bekal untuk bersaing di dunia kerja nanti.

Workshop Quality Assurance

“Mahasiswa harus aktif mengikuti kegiatan baik pelatihan/workshop, seminar yang diselenggarakan oleh Prodi, selain ilmu pengetahuan yang didapat, juga akan mendapatkan sertifikat. Kegiatan ini juga membuka wawasan bagi mahasiswa yang tidak bisa coding, jangan minder dan semuan tetap bisa berkarya,” ujar Dewi dalam keterangan rilis, Kamis (15/12/2022)

Sementara itu, Yusuf Firdaus menjelaskan bahwa peran Quality Assurance adalah melakukan uji coba terhadap suatu produk sebelum produk tersebut di rilis. Uji coba yang dilakukan melalui beberapa tahapan seperti, uji fitur, elemen visual apa saja yang dapat mencegah bug dan berbagai kendala.

“Sebelum seorang developer merilis aplikasinya, disinilah peranan Quality Assurance untuk memastikan bahwa aplikasi tersebut telah memiliki kualitas yang baik dan layak untuk digunakan oleh orang lain,” jelas Yusuf.

Menurutnya, untuk menjadi seorang Quality Assurance harus memiliki beberapa skill diantaranya mampu mengindetifikasi masalah, teliti, paham produk, dan memiliki pikiran yang kritis. Quality Assurance berbeda dengan software testing, lanjutnya software testing lebih fokus pada pengujian pada produk atau peranngkat lunak, sedangkan Quality Assurance lebih fokus pada kegiatan, proses, dan aktivitas.

“Jadi saat teman-teman belajar program misal web programming dikampus sudah bisa menerapkan quality assurance minimal menggunakan software selenium ide cukup gunakan url dari website tersebut. Saat ini sangat dibutuhkan quality assurance di dunia industri teknologi baik berbasis web dan aplikasi,” imbuhnya.

Baca juga : Mahasiswa Prodi Sistem Informasi Universitas BSI Kampus Tegal Antusias Ikuti Workshop Quality Assurance

Ia menambahkan, peluang besar untuk menjadi quality assurance, dengan benefit yang lumayan menjanjikan. Mulailah belajar, dimana belajar bisa dari mana saja, bisa dari buku, youtube atau media lainnya. (LAG)

Leave A Reply

Your email address will not be published.