Makna Komunikasi Perempuan Sunda Pada Tembang Cianjuran

0 130

Jakarta, BSINews —Makna Komunikasi Perempuan Sunda Pada Tembang Cianjuran. Fenomena komunikasi yang teramati dalam konteks masalah ini adalah bagaimana kata-kata yang disusun dapat menggambarkan perempuan sunda pada tembang Cianjuran. Pembahasan mengenai makna yang ada pada lirik tembang Cianjuran, yang menggambarkan perempuan di sunda dapat mempengaruhi kedudukan perempuan pada masa-masa setelahnya.

Baca Juga: Makna Fashion Dalam Penggunaan Masker Di Akun Instagram

Pendekatan metodologi penelitian kualitatif interaksionisme simbolik, fenomenologi, etnometodologi, dramaturgi, hermeneutika, semiotika, teori feminisme, marxisme sartrian, teori kritis, pasca-strukturalisme, dekonstrukti-visme, teori paska-kolonialis, dan sebagainya (Deddy Mulyana dalam Eriyanto, 2002: 4).

Bahasa dalam pandangan kritis dipahami sebagai representasi yang berperan dalam membentuk subjek tertentu, tema-tema wacana tertentu maupun strategi-strategi di dalamnya. Oleh karena itu analisis ini dipakai untuk membongkarkuasa yang ada di dalam setiap proses komunikasi batasan-batasan apa yang diperkenankan, perspektif yang mesti dipakai, topikapa yang dibicarakan.

Lirik-lirik dalam Tembang Cianjuran banyak mengisahkan tentang perempuan dalam posisi inferior. Beberapa kasus yang terkait dengan konsep gender cukup jelas adanya, baik yang bersifat sakral maupun profan. Hal tersebut terjadi dalam tingkatan permukaan maupun mendalam, dalam tingkatan mitos dan konteks pertunjukkan maupun dalam tingkatan realis di dalam teks pertunjukkan.

Fenomena komunikasi yang teramati dalam konteks masalahini adalah bagaimana kata-kata yang disusun dapat menggambarkan perempuan sunda pada tembang Cianjuran. Pembahasan mengenai makna yang ada pada lirik tembang Cianjuran, yang menggambarkan perempuan di sunda dapat mempengaruhi kedudukan perempuan pada masa-masa setelahnya.

Baca Juga: Mistifikasi Jalinan Komunikasi Pada TVC Air Minum Dalam Kemasan

Pada masyarakat pra aksara, penyampaian kebiasaan-kebiasaan yang berlaku di masyarakat dilakukan dengan cara bertutur, atau dengan berbicara secara lisan. Karena penyampaiannya dilakukan secara lisan, Tembang Cianjuran termasuk kedalam tradisi lisan karena lirik lagunya, berdasarkan kepada cerita pantun yang merupakan cerita khayalan, atau cerita rakyat yang berkembang pada masyarakat sunda, serta mengandung kisah kejadian sejarah ketika Kerajaan Pajajaran masih berdiri, hingga datangnyapenjajah ke tanah sunda. Didalamnya juga mengandung unsur moral serta keagamaan yang menggambarkan bahwa masyarakat sunda memiliki kedekatan dengan Tuhan, menggambarkan keindahan alam priangan, dan lain sebagainya yang ditu-runkan dari generasi ke generasilewat lantu-nan Tembang Cianjuran.(RDX)

Leave A Reply

Your email address will not be published.