Pentingnya Figma Untuk UI/UX

0 767

Solo, BSINews–Figma merupakan alat desain berbasis cloud yang memungkinkan para desainer untuk membuat dan berkolaborasi pada desain secara real-time. Jika ingin membuat desain UI/UX yang sukses, para desainer membutuhkan alat yang tepat. Salah satu alat populer untuk desain UI/UX adalah Figma.

Desain sebuah website atau aplikasi tidak hanya tentang bagaimana tampilannya yang menarik, namun juga seberapa intuitif dan mudah digunakan bagi pengguna. Inilah yang disebut dengan desain UI/UX, dimana UI merupakan singkatan dari User Interface, sedangkan UX adalah singkatan dari User Experience.

Baca juga: Tembus Babak Final Kompetisi UI/UX, Mahasiswa UBSI Pontianak Optimis Juara

Pentingnya Figma

Meskipun kedua kataUI/UX sering digunakan secara bergantian, namun keduanya mempunyai konsep yang berbeda. Desain UI berfokus pada aspek visual dari antarmuka, sedangkan desain UX berfokus pada pengalaman keseluruhan pengguna.

Berikut beberapa alasan mengapa Figma penting untuk desain UI/UX:

  1. Kolaborasi: Figma memudahkan para desainer untuk berkolaborasi pada desain secara real-time. Beberapa desainer bisa bekerja pada satu desain secara bersamaan, yang dapat menghemat waktu dan mengurangi kesalahan. Para desainer juga dapat berbagi desain dengan klien atau pemangku kepentingan, yang kemudian dapat memberikan umpan balik dan komentar langsung pada desain tersebut.
  2. Prototyping: Figma memungkinkan para desainer untuk membuat prototype interaktif pada desain mereka. Hal ini memungkinkan para desainer untuk menguji kelayakan dari desain mereka dan mengidentifikasi masalah sebelum diterapkan. Prototyping juga dapat membantu para desainer untuk mengkomunikasikan visi mereka pada klien atau pemangku kepentingan.
  3. Sistem Desain: Figma memungkinkan para desainer untuk membuat dan mempertahankan sistem desain. Sistem desain adalah kumpulan komponen yang dapat digunakan kembali, gaya, dan pedoman yang menjamin konsistensi dan efisiensi antara desain. Dengan fitur sistem desain Figma, para desainer dapat membuat perpustakaan komponen dan gaya yang dapat digunakan di seluruh desain, yang dapat menghemat waktu dan memastikan konsistensi.
  4. Plugin: Figma memiliki beragam plugin yang dapat memperluas fungsionalitasnya. Plugin dapat mengotomatisasi tugas-tugas yang berulang, memberikan akses pada aset desain, dan terintegrasi dengan alat dan layanan lain. Hal ini dapat menghemat waktu dan meningkatkan produktivitas.

Baca juga: Mengenal Figma dan Apa Bedanya Dengan Tools UI/UX Lain?

Galih Setiawan Nurohim selaku staf marketing komunikasi (markom) Universitas BSI kampus Solo mengatakan bahwa Kampus Digital Kreatif Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) sudah menyediakan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan akan pengetahuan tentang UI/UX ini.

“Di Universitas BSI kampus Solo, kami sering mengajak mahasiswa dalam sebuah forum-forum diskusi untuk sama-sama belajar memahami pentingnya desain UI/UX dalam menciptakan website dan aplikasi yang sukses,” katanya dalam rilis yang diterima, Jumat (12/5).

Kami berharap dengan forum-forum diskusi ini mahasiswa akan belajar tentang prinsip-prinsip dasar desain UI/UX, teknik pengujian kegunaan, serta bagaimana membuat desain yang mengikuti prinsip-prinsip ergonomi. (UMF)

Leave A Reply

Your email address will not be published.