Kampus Digital Kreatif Universitas BSI Gelar FGD Proyek Kemanusiaan dengan Masyarakat

0 74

Jakarta, BSINews — Dalam rangka persiapan penyusunan dokumen pembelajaran MKWK (Mata Kuliah Wajib Kurikulum)  yang berkaitan dengan proyek kemanusiaan di lingkungan masyarakat, Unit Pengembangan Akademik  (UPA) Kampus Digital Kreatif Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) mengadakan Forum Group Discussion (FGD) dengan masyarakat pada Sabtu (11/9/2023) di Hotel Asyana Kemayoran.

Baca juga : Dosen Universitas BSI Berikan Penyuluhan Entrepreneur Mindset Bagi Anggota Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Mardani Asri

Terdapat 10 mitra yang hadir, diantaranya RPTRA Payung Tunas Teratai, Karang Taruna Kelurahan Bambu Apus, Karang Taruna Unit RW 02, TP PKK Kelurahan Bambu Apus, Komunitas Madam (Remaja SMA dan Mahasiswa), TP PKK Kelurahan Cibubur, Forum Anak Kecamatan Ciracas, LKS Yayasan Pundi Rakyat, RPTRA Cibubur Berseri.

Selain itu kegiatan ini juga melibatkan dosen pengampu MKWK yakni Nurhidayati selaku pengampu mata kuliah Pendidikan Pancasila, Dahlia Sarkawi dan Jaka Santosa pengampu mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan, Nanang Lidwan mata kuliah Pendidikan Agama Islam, serta Dina Purnama Sari mata kuliah Bahasa Indonesia.

Idah Yuniasih selaku ketua pelaksana mengatakan bahwa kegiatan FGD dengan masyarakat ini dilaksanakan untuk mengetahui permasalahan yang terjadi dimasyarakat di bidang lingkungan, sosial dan ekonomi, serta mencari solusi terkait dengan permasalahan yang ada di masyarakat agar dapat dicarikan solusi terkait.

Universitas BSI Gelar FGD Proyek Kemanusiaan

“Kegiatan ini sangat perlu mendapatkan banyak masukan dari mitra masyarakat karena pelaksanaannya direncanakan terbentuknya kolaborasi proyek mahasiswa dengan masyarakat untuk memberikan solusi dari permasalahan yang dihadapi,” ujar Idah dalam keterangan rilis.

Ika Ayu Nurjanah selaku perwakilan dari RPTRA Payung Tunas Teratai memaparkan bahwa pada RPTRA Payung Tunas Teratai sudah dilaksanakan pengembangan UKM dan Operasi Bisnis.

“Selain itu, ada juga kegiatan terkait pencegahan stunting dan kebutuhan saat ini adalah perlu adanya edukasi anti hoax. Jika bisa sosialisasi ini dibuat dalam bentuk video grafis agar mudah dipahami,” ungkap Ika.

Sementara itu, Asep Ridwan dari Karang Taruna Unit RW 02 dan Yuni Nantari dari TP PKK Kelurahan Bambu Apus juga menyampaikan kebutuhannya terkait pelatihan public speaking untuk peningkatan skill komunikasi yang baik terutama ketika menjadi seorang MC atau moderator kegiatan.

Berbeda dengan ketiga mitra tersebut TP PKK Kelurahan Cibubur memerlukan pelatihan terkait pembuatan laporan dan pengolahan data. Anis Sulispiyawati dari Forum Anak Kecamatan Ciracas turut memberikan masukan bahwa kegiatan-kegiatan nanti diharapkan anak-anak dilibatkan dan terjun langsung.

Baca juga : Pelatihan Pemanfaatan Digital Marketing Untuk Meningkatkan Penjualan dan Sarana Promosi Bagi Pengurus dan Anggota RPTRA Bango Krukut Pola

Nanang Lidwan selaku salah satu dosen pengampu MKWK menyampaikan bahwa dengan adanya kegiatan ini semoga terbentuknya proyek kolaborasi yang berdampak baik dari mahasiswa dan juga mitra. (LAG)

Leave A Reply

Your email address will not be published.