Sosialisasi Terhadap Dampak Buruk Bermain Game Bagi Anak di TPA Al-Ihsan Cengkareng Jakarta Barat

0 54

BSINews, Jakarta – Berkembangnya teknologi informasi saat ini dapat merubah perilaku seseorang dalam bersosialisasi di Lingkungan Masyarakat, sehiangga dapat menimbulkan beberapa dampak dari teknologi informasi baik dampak positif maupun negatif, salah satu hal yang timbul dari dampak negatif yaitu dengan bermain game online, sehingga dapat menyita waktu banyak dan dapat merubah perilaku anak, kurang bersosialisasi terhadap lingkungannya, keluarnya kata-kata kasar dan dapat terganggunya kesehatan.

Baca Juga : Dosen Universitas BSI Sosialisasikan Dampak Buruk Bermain Game Bagi Anak

Maka dari itu, Dosen Program Studi (Prodi) Sistem Informasi Fakultas Teknologi Informasi Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) mengadakan “Sosialisasi Kepada Pada Orang Tua Terhadap Dampak Buruk Bermain Game Bagi Anak di TPA Al-Ihsan, Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu (17/9).

Raudah Nasution, selaku ketua pelaksana dari PM mengatakan bahwa dalam mengatasi permasalahan ini diperlukan peran penting dari kedua orang tua, yakni dengan cara membatasi waktu dalam bermain game.

“Jauhkan gadget dengan mengalihkan ke dalam kegiatan yang lebih positif, mencari kegiatan dan hobi yang disukai oleh anak-anak, biasakan menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman, jauhkan anak-anak dari teman-teman gamers, batasi spek gadget dan pengunduhan aplikasi tentang game,” ujar Raudah dalam keterangan tertulis, Senin (18/9).

Baca Juga : Pengaruh Positive dan Negative Serta Dampak Bermain Game Online Pada Anak-anak

Kegiatan yang melibatkan beberapa dosen yakni Raudah Nsution, Herlina Ferliyanti, Embun Fajar Wati dan Anggi Puspita Sari dalam hal ini memberikan sosialisasi terhadap dampak buruk bermain game online.

Raudah menambahkan bahwa denngan diadakannya kegiatan sosialisasi terhadap dampak buruk dari bermain game online, anak-anak dan lingkungan TPA Al Ihsan akan semakin memahami dampak buruk dari bermain game online yang dilakukan secara terus menerus.

“Sehingga anak-anak dapat mengurangi kegiatan bermain game online ini dan diganti dengan kegiatan-kegiatan yang lebih positif,” tandas Raudah.

Leave A Reply

Your email address will not be published.