Pelatihan Bahasa Inggris English Expressions in Social Media Conversation Bagi Remaja Masjid Jami’ Al Muttaqin 

0 38

BSINews, Jakarta – Saat ini bahasa inggris telah menjadi bahasa pergaulan atau lingua franca sehingga generasi muda perlu belajar lebih luas lagi terkait bahasa inggris, sebab peran bahasa inggris sangat penting karena sebagai bahasa komunikasi internasional dalam berbagai sektor. 

Baca Juga :Pelatihan Pengembangan Bahasa Inggris Pada Remaja Karang Taruna Rw 06 Kelurahan Cempaka Putih 

Di sisi lain, Indonesia merupakan salah satu negara yang menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa asing sehingga bahasa tersebut dipelajari di berbagai jenjang pendidikan.  Maka dari itu, untuk membantu para remaja menguasai percakapan menggunakan bahasa inggris, dosen Program Studi (Prodi) Bahasa dan Sastra Inggris Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) sukses menggelar kegiatan Pengabdian Masyrakat (PM), Jakarta, Minggu, (29/10) berlokasi di Aula Masjid Jami’Al Muttaqin, Jakarta. 

Dengan tajuk “Pelatihan English Expressions in Social Media Conversation untuk remaja masjid Jami AlMuttaqin Percetakan Negara Jakarta Pusat” tersebut digelar oleh tim yang terdiri dari Marsandi Manar sebagai Ketua, Achmad Yasin, Endang Sri Andayani, dan serta Rizky Frihatmawati sebagai mentor, tak hanya itu, kegiatan ini juga melibatkan beberapa orang mahasiswa antaranya Alifiya Tisha Permana, Aliyya Hanifah, dan Kevi Shafira.

Rizky Frihatmawati, salah satu mentor mengungkapkan bahwa dipilihnya remaja masjid sebagai mitra pada pengabdian masyarakat karena mereka merupakan generasi muda yang melanjutkan perjuangan dakwah dan kepemimpinan umat di masa depan.

“Sebab generasi muda tersebut akan mendukung kepemimpinan di masa depan ini perlu mengenal dan memahami ungkapan-ungkapan praktis bahasa Inggris di media sosial,” ujar Rizky dalam keterangan tertulis, Minggu (29/10). 

Baca Juga : Dosen Universitas BSI Bekali Remaja Masjid Jami’ Al Muttaqin Dalam Penggunaan Slank Word Berbahasa Inggris

Ia juga menambahkan, melalui pelatihan ini menggunakan pendekatan interaktif, jadi peserta didik menjadi lebih aktif selama proses pelatihan. Peserta tidak hanya mendengarkan materi saja, namun dilatih untuk mempraktekkan percakapan tertulis dalam media sosial.

“Selama pengaplikasian ungkapan bahasa Inggris praktis dalam media sosial, para remaja masjid dipandu langsung. Terkadang mereka membuat kesalahan dalam merespon fenomena yang sedang viral di media sosial namun hal ini bukanlah masalah. Justru dari kesalahan, mereka lebih semangat belajar menggunakan ungkapan bahasa Inggris dengan tepat,” lanjut Rizky.

Leave A Reply

Your email address will not be published.