Seminar Nasional Moderasi Beragama, Kolaborasi Sukses antara STAKat Negeri Pontianak dan Universitas BSI

0 179

BSINews, Pontianak — Sekolah Tinggi Agama Katolik (STAKat) Negeri Pontianak, berhasil menggelar Seminar Nasional Moderasi Beragama dengan tema “Dampak Moderasi Beragama di Era 5.0”. Kegiatan ini diselenggarakan di Gedung Praktik Liturgi STAKat Negeri Pontianak, pada Jumat (10/11/2023).

Diresmikan langsung oleh Dr. Sunarso selaku Ketua STAKatN Pontianak, Ia menyoroti pentingnya moderasi beragama dalam membangun harmoni sosial di era digital yang semakin kompleks.

Baca juga : Upaya Peningkatan Cyber Security Awareness Melalui Pelatihan Di Kalangan Pelaku Usaha Forum UMKM-IKM Kabupaten Bogor

“Dalam era digital yang ditandai oleh kemajuan teknologi yang pesat, tantangan dalam menjaga keharmonisan antar umat beragama semakin kompleks. Dalam konteks ini, moderasi beragama menjadi landasan yang sangat penting dalam mengelola perbedaan-perbedaan dan mempromosikan toleransi di tengah masyarakat yang multikultural,” ujarnya.

Acara ini juga menampilkan dua narasumber terkemuka, yakni Pastor Prof. Dr. Franz Magnis Suseno SJ (Imam Jesuit dan Guru Besar Sekolah Tinggi Filsafat Driyakara Jakarta) dan Prof. Dr. Sekar Ayu Aryani (Guru Besar Bidang Psikologi Agama Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta). Kedua narasumber tersebut dipandu oleh Dr. Felisitas Yuswanto,  yang memfasilitasi diskusi mendalam dan interaktif mengenai berbagai aspek moderasi beragama dan tantangannya di era teknologi 5.0.

Seminar Nasional Moderasi Beragama STAKaT Negeri Pontianak

Kerjasama antara STAKat Negeri Pontianak dan Universitas BSI merupakan langkah yang penting dalam memajukan dialog dan pemahaman tentang moderasi beragama di masyarakat. Universitas BSI menyumbangkan keahlian dan pengalaman akademis melalui partisipasi Dosen Program Studi Informatika, Universitas BSI kampus Pontianak sebagai moderator sesi paralel. Dosen-dosen yang terlibat, yaitu Lisnawanty dan Windi Irmayani membantu memfasilitasi diskusi yang mendalam mengenai berbagai aspek moderasi beragama.

“Dengan kolaborasi yang kuat ini, seminar ini berhasil menciptakan platform yang inklusif dan berharga bagi para peserta untuk memperdalam pemahaman mereka tentang moderasi beragama di era yang semakin kompleks. Melalui dialog dan pertukaran gagasan antara para akademisi dan praktisi, seminar ini memberikan kontribusi yang berarti dalam memperkuat toleransi dan keseimbangan dalam praktik beragama,” ungkap Lisnawanty.

Seminar Nasional Moderasi Beragama ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam mempromosikan nilai-nilai moderasi beragama dan memperkuat kohesi sosial di tengah masyarakat yang semakin beragam.

Leave A Reply

Your email address will not be published.