Mengenali Ancaman dan Pencegahan Penipuan Teknik Manipulasi Psikologis di Dunia Digital

0 204

Pontianak, BSINews — Penipuan dalam dunia digital seringkali menggunakan teknik manipulasi psikologis untuk memanipulasi korban agar memberikan informasi pribadi, keuangan, atau akses yang penting. Hal inilah yang membuat tim dosen Universitas BSI kampus Pontianak yakni Nurmalasari, Agung Sasongko, Sari Dewi, dan Sri Dewi Ayu Safitri melakukan pengabdian masyarakat. 

Baca juga : Pelatihan Literasi Media Sosial Terkait Penanggulangan Hoax dan Misinformasi Pada UMKM Borneo Istimewa Pontianak

Bertempat di Borneo Istimewa, Sungai Jawi, Pontianak, pengabdian masyarakat yang dilakukan mengusung tema Pelatihan mengenal Ancaman dan Pencegahan Penipuan Teknik Manipulasi Psikologis di Dunia Digital, untuk anggota UMKM Borneo Istimewa, pada Sabtu (8/9/2023).

Nurmalasari selaku ketua pelaksana Pengabdian Masyarakat Universitas BSI mengungkapkan pelatihan membahas pentingnya untuk mengenali ancaman-ancaman  dan memahami cara-cara untuk mencegahnya agar dapat melindungi diri dan informasi pribadi.

“Diharapkan dengan adanya pengabdian masyarakat ini para pelaku bisnis UMKM pada Borneo Istimewa Pontianak ini dapat mengetahui penipuan digital dan cara pencegahannya,” ujar Nurmalasari.

Ancaman dan Pencegahan Penipuan Teknik Manipulasi

Sementara itu, Agung Sasongko selaku pemateri menjelaskan penipuan dalam dunia digital meliputi, phising, social engineering, skimming dan man in the middle attacks.

“Phising dapat diartikan pengiriman pesan atau email palsu yang meniru lembaga untuk meminta informasi sensitif, sedangkan social engineering adalah pelaku kejahatan dengan menggunakan manipulasi psikologis untuk merayu atau menipu orang agar memberikan akses informasi rahasia,” jelas Agung.

Lanjutnya, Skimming merupakan pemasangan perangkat lunak pada ATM untuk mencuri informasi kartu kredit atau debit. Terakhir, Man in the middle atacks yakni penyerang mencoba untuk mengintersep komunikasi antara dua pihak yang berinteraksi untuk mencuri data yang sedang ditransmisikan.

Baca juga : Pelatihan Literasi Media Sosial Terkait Penanggulangan Hoax dan Misinformasi Pada UMKM Borneo Istimewa Pontianak

“Untuk melakukan pencegahan atas ancaman tersebut, kita harus mempastikan untuk memverifikasi identitas seseorang atau lembaga sebelum memberikan informasi sensitif atau melakukan transaksi keuangan. Waspadai juga tawaran yang terlalu baik, hati-hati dalam berbagi informasi pribadi serta gunakan sistem keamanan yang kuat,” tandasnya. (LAG)

Leave A Reply

Your email address will not be published.