Lagi Mau Bikin Aplikasi? Ketahui Dulu Kekurangan dan Kelebihan SPA dan MPA

0 52

Solo, BSINews — Perubahan dramatis dalam lanskap digital, terutama melalui pengaruh yang kuat dari media sosial, telah menyebabkan pergeseran besar dalam perilaku pengguna. Kini, pengguna lebih sering terpapar konten web melalui platform media sosial, mengubah secara drastis cara mereka berinteraksi di dunia maya.

Baca juga : Google Maps: Aplikasi Terbaik yang Mengubah Dunia

Sebelum era media sosial, aplikasi dengan model Multi Page Application (MPA) dominan digunakan oleh pengguna. Namun, dengan paparan yang sering terjadi, pengguna mulai beralih dan merasa lebih nyaman menggunaka aplikasi berbasis Single Page Application (SPA).

Dalam konteks ini, Single Page Application (SPA) muncul sebagai inovasi krusial yang aktif mengikuti perkembangan tren tersebut. Pengembang aplikasi menyadari bahwa pengguna, yang terbiasa dengan navigasi cepat dan interaksi yang mulus di media sosial, cenderung merespon positif terhadap aplikasi SPA. Keunggulan SPA terletak pada kemampuannya menyajikan konten tanpa perlu me-refresh halaman, menciptakan pengalaman pengguna yang dinamis dan efisien.

Di sisi lain, Multi Page Application (MPA) masih relevan, terutama dalam konteks optimasi mesin pencari (SEO) dan kebutuhan akan berbagai halaman dengan kata kunci yang berbeda. Namun, pengembang aplikasi perlu memahami bagaimana pengguna terbiasa berinteraksi dengan web melalui media sosial untuk menentukan apakah SPA atau MPA lebih sesuai untuk memenuhi kebutuhan khusus pengguna.

Kekurangan dan Kelebihan SPA dan MPA

Kelebihan dan Kekurangan :

Sebagai pengembang aplikasi Laravel, pembuatan SPA dapat memanfaatkan dependencies tambahan seperti Inertia untuk Vue.js atau Livewire untuk React. Kelebihan dari pendekatan ini melibatkan kemudahan dalam mengintegrasikan komponen-komponen Vue.js atau React ke dalam aplikasi Laravel tanpa perlu menulis API terpisah. Ini mempercepat pengembangan dan memberikan kemudahan dalam manajemen state dan interaksi antara frontend dan backend.

Namun, perlu diperhatikan bahwa dependencies tambahan seperti Inertia atau Livewire memerlukan pembelajaran tambahan dan penyesuaian dalam pengembangan. Selain itu, pengoptimalan SEO tetap menjadi tantangan, tetapi beberapa teknik seperti Server Side Rendering (SSR) dapat diimplementasikan dengan baik dengan memanfaatkan Livewire atau dengan mempergunakan alat bantu lain yang sesuai.

Di sisi lain, Multi Page Application (MPA) tetap menjadi pilihan yang solid dalam konteks SEO dan ketika aplikasi membutuhkan banyak halaman dengan fokus kata kunci yang berbeda. Meskipun memberikan keuntungan dalam hal SEO, pengembang juga harus mengatasi kelemahan seperti kecepatan load halaman yang mungkin lebih lambat dan kebutuhan untuk me-refresh halaman saat berpindah.

Baca juga : Menariknya Sistem Rekomendasi Konten Aplikasi Musik Spotify

Dengan demikian, sebagai pengembang aplikasi Laravel, pemahaman mendalam tentang kelebihan dan kekurangan keduanya, serta pilihan dependencies tambahan seperti Inertia atau Livewire, sangat penting dalam memutuskan apakah akan membangun aplikasi berbasis SPA atau MPA, dan bagaimana Laravel dapat memfasilitasi proses pengembangannya.

Penulis : Galih Setiawan N, Dosen Universitas BSI Kampus Solo

(LAG)

Leave A Reply

Your email address will not be published.