Seminar Semiotika Universitas BSI: Meningkatkan Kompetensi Dosen dan Pemahaman Ilmu Komunikasi

0 35

Jakarta, BSINews – Prodi Ilmu Komunikasi Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) menggelar seminar daring bertajuk Semiotika dalam Riset Komunikasi pada Selasa (23/1). Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh dosen yang mengajar di Prodi Ilmu Komunikasi Universitas BSI, bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang metodologi penelitian kualitatif, khususnya dalam konteks semiotika sebagai bentuk penelitian teks.

Seminar ini menjadi ajang diskusi yang sangat berharga, dengan Dr Dudi Iskandar, penulis buku Metodologi Penelitian Kualitatif dan Ketua Pusat Studi Komunikasi Universitas Budi Luhur sebagai pembicara utama. Dr Dudi menyampaikan kegembiraannya dapat berdiskusi dengan para dosen Ilmu Komunikasi Universitas BSI, terutama terkait aspek semiotika.

Baca juga: Program Studi Ilmu Komunikasi Sukses Menggelar Pembekalan bagi Mahasiswa Menyongsong Uji Sertifikasi Kompetensi

“Senang sekali saya bisa berdiskusi tentang penelitian kualitatif dengan dosen-dosen Komunikasi Universitas BSI, terutama terkait semiotika. Dengan banyak berdiskusi, kita bisa memperkaya pemahaman dan pengertian terkait penelitian, yang tentunya akan bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan juga bagi para mahasiswa,” ungkap Dr Dudi.

Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas BSI Anisti menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya meningkatkan kompetensi dosen di lingkungan Prodi Ilmu Komunikasi. Hal ini dilakukan dengan harapan dapat menghasilkan lulusan yang memiliki kualitas dan mutu, mampu bersaing di dunia pendidikan dan dunia kerja sesuai dengan profil lulusan Prodi Ilmu Komunikasi.

“Kami berharap dengan adanya seminar ini, tujuan Prodi Ilmu Komunikasi untuk menghasilkan lulusan yang hebat bisa tercapai,” kata Anisti.

Baca juga: Prodi Ilmu Komunikasi Universitas BSI Gelar Workshop Produksi Film Pendek

Para dosen yang mengikuti seminar ini menunjukkan antusiasme yang tinggi, terbukti dari banyaknya pertanyaan yang diajukan. Salah satu peserta, Yulianti Fajar Wulandari, menyatakan bahwa seminar semiotika ini sangat mencerahkan. “Webinarnya keren, sangat mencerahkan,” ujar Yulianti.(ACH)

Leave A Reply

Your email address will not be published.