Peningkatan Literasi & Pelatihan Kepenulisan di Era Digital bagi Santri Pondok Pesantren Al-Nahdlah Depok

0 84

BSINews, Depok — Peningkatan literasi di pondok pesantren saat ini sangat diperlukan, untuk menghadapi tantangan zaman di era 4.0 ini. Memahami hal itu, sejumlah dosen Universitas BSI mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa Peningkatan Literasi & Pelatihan Kepenulisan di Era Digital untuk Santri di Pondok Pesantren Al-Nahdlah Depok, pada Minggu (11/2/2024).

Baca juga : Pelatihan Literasi Media Sosial Terkait Penanggulangan Hoax dan Misinformasi Pada UMKM Borneo Istimewa Pontianak

Kegiatan ini melibatkan beberapa dosen yang terdiri dari Nur Azizah, Tri Indah Annisa, Wiwik Tri Hardianti serta dua orang mahasiswa Universitas BSI. Nur Azizah, selaku ketua pelaksana dari kegiatan PM mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan semangat dan motivasi terkait untuk meningkatkan kecintaan terhadap budaya literasi dan menulis sedini mungkin kepada para santri di Pondok Pesantren Al-Nahdlah tersebut.

“Pelatihtan ini sekaligus memberikan materi motivasi kepada santri untuk mempuyai kesadaran untuk cinta membaca da menulis sedini mungkin, seharusnya mereka bersyukur karena masih dalam lingkungan pesantren yang masih sangat terjaga dari dunia luar yang membuat meraka sibuk dan meninggalkan budaya literasi. Kami menghimbau para ustadz ustadzah serta Yayasan untuk terus mensupport kegiatan literasi untuk para santri,” ujar Nur dalam keterangan rilis.

Peningkatan Literasi & Pelatihan Kepenulisan di Era Digital

Menurutnya, literasi merupakan sebuah kegiatan yang bukan hanya saja kegiatan membaca, tetapi juga menulis. Ketika anak-anak sedini mungkin sudah dibudidayakan kesadaran cinta membaca, otomatis akan memungkinkan mereka para santri menjadi bibit seorang penulis hebat. Karena kegiatan membaca akan membuat seseorang bergemuruh di alam pikiran untuk segera ditumpahkan dalam sebuah tulisan, ini merupakan sebuah langkah awal menciptakan bibit-bibit anak muda yang cinta literasi (membaca dan menulis).

“Dalam pelatihan ini tak lupa juga memberikan sebuah motivasi, tips dan trik untuk cinta membaca dan memulai untuk menulis. Langkah pertama yaitu membiasakan diri untuk membaca dan menulis supaya menumbuhkan kesadaran pentingnya membaca. Dalam hal ini dibutuhkan peran orang tua dan guru untuk membantu anak-anak (santri) mencintai membaca dan menulis,” imbuh Nur.

Lanjutnya, Langkah kedua kami memberikan arahan untuk para santri berteman atau memiliki circle pertemanan yang memiliki vibes positif, seperti berteman dengan teman-teman yang memang suka membaca dan menulis. Hal ini sangat ampuh untuk meningkatkan virus keinginan yang sama seperti pertemanannya.

Baca juga : Tingkatkan Pengetahuan Digital Keuangan Bagi Generasi Z, Prodi Manajemen Gelar Seminar Pentingnya Literasi Keuangan

Ia menambahkan, dengan adanya pelatihan menulis kepada para santri diharapkan keterampilan serta potensi santr dalam bidang tulis menulis dapat kembali tumbuh dan mengalami perkembangan yang sangat siginifikan, selain bermanfaat untuk pribadi santri juga akan berkontribusi untuk program digitalisasi pondok pesantren, terutama di bidang keterampilan menulis. (LAG)

Leave A Reply

Your email address will not be published.