Dosen Universitas BSI Gelar Pelatihan Standar Operasional untuk Kelompok Wanita Tani di Tangerang
BSINews, Tangerang-Dalam rangka meningkatkan keterampilan pengolahan hasil pertanian, dosen Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) menggelar pelatihan Standar Operasional Prosedur (SOP) bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) RW 01 Kampung Batu Seruni, Kelurahan Buaran Indah, Kota Tangerang. Pelatihan yang diadakan pada Minggu, 3 November 2024, ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anggota KWT dalam mengelola dan mengolah hasil pertanian sehingga dapat menjadi komoditi bernilai ekonomi yang berdaya saing.
Peluang usaha di sektor pertanian terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan pangan dan bertambahnya jumlah penduduk. Namun, tantangan dalam usaha pertanian meliputi kualitas, ketersediaan, dan legalitas pangan. Dengan adanya pengelolaan yang baik dan standar operasional yang jelas, diharapkan hasil pangan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan pangan yang bermutu dan aman.
Pelatihan ini dipimpin oleh Ketua Pelaksana Isroni, serta dibimbing oleh tutor Dedi Supriyadi, bersama anggota tim pengabdian yaitu Dikdik Permana Wigandi dan Nurhadi serta tim mahasiswa. Mereka memberikan panduan dan contoh penerapan SOP dalam proses pengolahan hasil pertanian, seperti sayuran, buah-buahan, dan rempah-rempah, serta melatih para peserta dalam penyusunan dan penerapan standar tersebut.
Isroni, Ketua Pelaksana mengatakan KWT RW 01 Kampung Batu Seruni merupakan kelompok pertanian perkotaan yang berfokus pada pemanfaatan lahan kosong di lingkungan sekitar untuk produksi pangan. Dengan urban farming yang mengadopsi metode seperti aquaponik, vertikultur, hidroponik, dan wall gardening, KWT ini tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan pangan lokal tetapi juga memperkuat ekonomi rumah tangga dan kesejahteraan masyarakat sekitar.
“Pelatihan SOP ini kami hadirkan untuk membantu para wanita tani meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam pengelolaan hasil pertanian. Dengan memiliki SOP yang jelas, KWT diharapkan mampu menghasilkan produk yang berkualitas dan bernilai ekonomi,” ujar Isroni.
Dengan pelatihan ini, anggota KWT diharapkan mampu menghasilkan produk pangan yang bermutu dan aman sesuai dengan SOP, yang memungkinkan hasil pertanian dapat menjadi komoditi berdaya saing. Visi KWT ini untuk menjadikan perempuan sebagai penopang ekonomi keluarga melalui pemanfaatan sumber daya alam setempat sejalan dengan tujuan pelatihan.
Universitas BSI terus berkomitmen dalam kegiatan pengabdian masyarakat untuk memberdayakan masyarakat melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan, terutama di bidang pertanian perkotaan yang kini semakin berkembang di wilayah perkotaan. Diharapkan, pelatihan ini dapat membantu meningkatkan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat setempat.(RDX)