Dosen Universitas BSI Latih Anggota PKK Bambu Apus Manfaatkan Instagram untuk Publikasi Kegiatan
BSINews, Jakarta – Dosen Fakultas Komunikasi dan Bahasa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kembali mengadakan Kegiatan Pengabdian Masyarakat (PM) yang kali ini bertema “Pelatihan Manfaat Media Sosial Instagram sebagai Media Komunikasi untuk Publikasi Kegiatan PKK Kelurahan Bambu Apus”, pada Sabtu, 2 November 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu anggota PKK dalam memaksimalkan penggunaan Instagram sebagai sarana komunikasi dan publikasi kegiatan sosial mereka.
Kegiatan yang berlangsung tatap muka ini dihadiri oleh 21 anggota PKK Kelurahan Bambu Apus. Tim pengajar Universitas BSI yang terlibat dalam pelatihan ini antara lain Nyoman Suardhita sebagai ketua pelaksana, Muhamad Khadafi Firman sebagai pemateri, serta Jarkasih dan Dian Mohammad Anwar sebagai pendukung kegiatan. Mahasiswa dari Fakultas Komunikasi dan Bahasa, seperti Dea Sunarti dan Meysa Pristiana, turut serta dalam memberikan dukungan dalam praktik pelatihan.
Dosen Universitas BSI Latih Anggota PKK Bambu Apus
Dalam sambutannya, Nyoman Suardhita menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk kepedulian UBSI untuk mendukung pemberdayaan masyarakat melalui keterampilan digital.
“Kami ingin membantu anggota PKK untuk lebih terampil dalam menggunakan media sosial, khususnya Instagram, sehingga kegiatan-kegiatan mereka bisa dipublikasikan lebih efektif dan menjangkau lebih banyak orang,” ungkapnya.
Pelatihan ini mencakup pengenalan fitur-fitur Instagram, tips pembuatan konten, serta praktik langsung pembuatan dan pengelolaan akun Instagram yang menarik dan informatif. Para peserta aktif mengikuti jalannya pelatihan dan antusias melakukan praktik langsung, termasuk menyusun konten dan memanfaatkan fitur Instagram yang relevan untuk publikasi kegiatan PKK.
Baca juga : Pelatihan Teknologi AI di Posyandu Seruni: Solusi Cerdas Penyebaran Informasi untuk Masyarakat
Muhamad Khadafi Firman, selaku tutor dalam pelatihan ini, membimbing peserta dalam memahami fungsi dan strategi penggunaan Instagram untuk meningkatkan visibilitas kegiatan PKK di kalangan masyarakat.
“Dengan pemanfaatan yang tepat, Instagram bisa menjadi media komunikasi yang kuat untuk menunjukkan aktivitas positif dan kontribusi PKK di lingkungan sekitar,” jelasnya.
Pelatihan berlangsung sukses tanpa hambatan, dan anggota PKK Bambu Apus tampak antusias, bahkan tidak ragu mengajukan pertanyaan dan mencoba berbagai fitur yang diajarkan. Harapannya, setelah mengikuti pelatihan ini, para anggota PKK mampu memanfaatkan media sosial sebagai alat komunikasi yang mendukung keterbukaan informasi serta mampu meningkatkan keterampilan dalam mengelola konten digital.