Dosen Universitas BSI Adakan Pelatihan Meningkatkan Kesadaran Masyarakat terhadap Kejahatan Cybercrime pada M-Banking

0 198

BSINews, Jakarta- Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) mengadakan kegiatan Pengabdian Masyarakat bertema “Meningkatkan Kesadaran Masyarakat terhadap Kejahatan Cybercrime pada M-Banking.” Acara ini berlangsung di Gedung Sumpah Pemuda, Jalan Kramat Raya No.106, Kwitang, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat. Kegiatan ini dihadiri oleh warga Rukun Warga 09 Kelurahan Kwitang dan dibuka oleh Ketua Pengabdian Masyarakat, Hartana.

Baca Juga: Dosen Universitas BSI Gelar Pelatihan AI untuk Kelompok Wanita Tani di Kelurahan Buaran Indah Tangerang

Acara yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 2 November 2024, dari pukul 10.00 hingga 13.00 WIB ini menghadirkan narasumber dari Universitas BSI, yaitu Hartana,Jaka Santosa, Sari Marthanti dan  Dra. Maria Dian Eka Revita, serta didampingi mahasiswa Iman Sugiharto dan Muhammad Ferdiansah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perlindungan terhadap keamanan data dan transaksi di layanan mobile banking (m-banking).

Dalam presentasinya, Hartana menjelaskan bahwa kejahatan siber atau cybercrime telah menjadi ancaman serius yang dapat merugikan individu maupun institusi. Ia menekankan pentingnya peningkatan proteksi, terutama terkait keamanan perbankan yang menggunakan m-banking. Peserta pelatihan diperkenalkan pada berbagai jenis cybercrime, dampak negatifnya, serta cara efektif untuk mengamankan diri dari risiko kejahatan tersebut.

Salah satu permasalahan utama yang ditemukan adalah kurangnya kewaspadaan pengguna m-banking dalam menjaga informasi pribadi, seperti Personal Identification Number (PIN) dan kode akses lainnya. Para narasumber menekankan bahwa pengguna sebaiknya tidak membagikan kode PIN kepada siapapun dan harus selalu memeriksa isi notifikasi transaksi yang mencurigakan.

Baca Juga: Dosen Universitas BSI Berikan Penyuluhan Sosialisasi Cyber Security pada Anggota PKK RW 09 Kelurahan Kwitang, Kecamatan Senen

“Setiap nasabah harus berhati-hati dalam bertransaksi dan segera menghubungi pihak bank jika ada notifikasi yang mencurigakan,” ujar  Hartana.

Peserta yang hadir terlihat sangat antusias dan aktif dalam sesi tanya jawab. Mereka mengajukan berbagai pertanyaan seputar kejahatan cyber yang berkaitan dengan transaksi m-banking. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman cybercrime di era digital.

Dengan adanya pelatihan ini, Universitas BSI berharap masyarakat lebih siap dan waspada terhadap kejahatan siber, serta mampu melindungi diri mereka dari berbagai potensi risiko di dunia perbankan digital.(RDX)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.