Mahasiswa BSI Kampus Solo Panaskan Semangat untuk BSI Explore 2025 lewat Observasi di Desa Burikan
BSINews, Solo- Dalam rangka mempersiapkan kegiatan BSI Explore 2025, sekelompok mahasiswa dari Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) Kampus Solo melakukan observasi langsung ke Desa Burikan, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, pada Jumat 31 Januari 2025. Observasi ini menjadi langkah awal yang penting sebelum mereka menjalankan program pengabdian masyarakat pada Februari mendatang.
Baca Juga: Semangat Baru! 178 Mahasiswa UBSI Siap Menginspirasi Desa lewat Program BSI Explore 2025
Kegiatan ini bertujuan untuk menggali potensi sekaligus memetakan kebutuhan masyarakat desa. Dalam kunjungan tersebut, para mahasiswa berdialog langsung dengan Kepala Desa Burikan, perangkat desa, serta sejumlah tokoh masyarakat guna memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh tentang kondisi sosial, ekonomi, dan teknologi di desa tersebut.
“Kami ingin memastikan program BSI Explore 2025 benar-benar memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat Desa Burikan. Observasi ini membantu kami memahami kebutuhan desa sehingga kegiatan yang dirancang bisa tepat sasaran,” ungkap Sandy, salah satu mahasiswa peserta observasi.
Berbagai topik penting diangkat selama observasi, seperti pemberdayaan ekonomi berbasis digital, literasi teknologi untuk pelaku UMKM, serta edukasi teknologi bagi sekolah dan masyarakat setempat. Perangkat desa turut memberikan masukan berharga terkait tantangan yang dihadapi desa serta potensi yang masih bisa dikembangkan.
Kepala Desa Burikan, Surata, menyambut baik kehadiran para mahasiswa dan menyatakan dukungannya terhadap program tersebut. Ia berharap kolaborasi ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Desa Burikan.
“Kami sangat terbuka dengan kegiatan seperti ini. Kehadiran mahasiswa bisa membawa ide-ide baru yang mendorong kemajuan desa kami,” ujarnya.
Program BSI Explore 2025 sendiri dirancang untuk mengasah keterampilan mahasiswa melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Dengan adanya observasi ini, mahasiswa diharapkan lebih siap dan mampu merancang program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa.(RDX)